BIN: Generasi Muda Papua Sebagai Presiden Indonesia
beritapapua.id - BIN: Generasi Muda Papua Sebagai Presiden Indonesia - Berita Satu

BIN: Generasi Muda Papua Sebagai Presiden Indonesia – Deputi Kominfo Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto, menyatakan antusiasnya terhadap peluang anak Papua sebagai pemimpin alias Presiden Indonesia. Menurutnya, peluang itu sangat besar. Hal ini disampaikan dalam dalam webinar berjudul “Menakar Masa Depan Papua, Minggu (14/06), 2020.

“Lihat Obama mantan Presiden Amerika, dia Afro-Amerika, bisa jadi Presiden. Suatu saat nanti anak-anak Papua bisa jadi presiden. Kita berkompetisi saja. Tidak ada yang tidak mungkin,” ungkapnya.

Argumen tersebut didukung oleh pembangunan Indonesia Timur yang menurutnya masih dalam koridor. Pembangunan sektor pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan lainnya harus tepat sasaran guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.

“Hal yang paling penting dari pembangunan di Papua adalah pembangunan sumber daya manusia orang asli Papua (OAP),” ujar Wawan.

Ia menguatkan argumentasinya melalui hasil pencapaian anak Papua dalam di dalam BIN. Menurutnya, anak asal Indonesia Timur menunjukkan antusias tinggi serta kemampuan yang di atas rata-rata. Ia berharap agar anak-anak Papua diberikan peluang lebih agar mampu berkembang tak hanya dalam ranah domestik, namun internasional.

“Pemuda-pemuda Papua menunjukkan punya masa depan yang cemerlang. Di Sekolah Intelijen Negara, anak-anak Papua bagus-bagus, IQ-nya di atas rata-rata. Taruna-taruna Papua dikirim ke luar negeri karena prestasinya yang bagus. Maka ke depan kita jangan lagi berfikir hanya pemuda dari Jawa, Sumatera, Sulawesi yang mendominasi (kemampuannya),” jelas Wawan dikutip dari Antara.

Hal ini sejalan dengan persiapan PON (Pekan Olahraga Nasional) di Papua. Ini menjadi momen yang tepat untuk mengembangkan infrastruktur di Indonesia Timur.

Baca Juga: Kejanggalan Kasus Novel Baswedan

Metanarasi Persatuan dan Papua

Robert Elson dalam karyanya yang berjudul ‘The Idea of Indonesia’ menyampaikan kaitan Papua dan konflik yang merundungnya. Saat ini, isu-isu separatisme yang bertentangan dengan ideologi NKRI yang menyelimuti Indonesia bagian timur itu. Kendati pemerintah tetap akan memberikan perlindungan hukum bagi pemuda-pemuda Papua, namun wacana dan narasi tekait hal tersebut kian mengaburkan.

Elson mengatakan simpang siur narasi  sejarah dan isu konflik di Papua–terlepas dari benar atau tidaknya–merupakan salah satu penyebab munculnya gerakan separatis. Ia melunturkan metanarasi besar persatuan bangsa yang menjadi cita-cita negara Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Wawan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk berdialog terkait persatuan bangsa. Negara hadir untuk meluruskan pandangan yang keliru ihwal persatuan Indonesia.

“Ayo kita bicara dari hati ke hati dengan kelompok-kelompok yang berbeda ideologi. Bagi saya memang negara harus hadir untuk bagaimana bisa mengubah maindset pemuda-pemuda Papua. Ini masalah kita bagaimana mengawal NKRI di Papua ke depan,” terangnya.