Bingung Dengan BPJS? Simak Perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan
beritapapua.id - Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Okezone)

Hingga saat ini masyarakat Papua pada umumnya masih banyak yang bingung membedakan jaminan sosial BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, secara umum warga hanya mengetahui sebatas BPJS Kesehatan untuk berobat, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk uang pensiun.

Kabid Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Mulyanto dalam media gathering di berlangsung di salah satu kafe di Kota Merauke, Jumat (04/03/2022) menjelaskan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah transformasi dari PT Askes. Sementara BPJS Ketenagakerjaan merupakan lanjutan dari PT Jamsostek (Persero).

Ia mengatakan bahwa kedua BPJS tersebut sama-sama lahir melalui Undang-undang No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS).

Keduanya merupakan program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2013.

“Hanya saja BPJS Kesehatan beroperasi lebih dulu, sejak 1 Januari 2014, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan menyusul kemudian pada 1 Juli 2015,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kedua jaminan sosial ini sama-sama mengenakan iuran kepada masyarakat dan tenaga kerja Indonesia. Sistemnya seperti asuransi, proteksi kesehatan dengan iuran bulanan untuk memperoleh manfaat peserta.

Pengenaan iuran antara BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku tentang BPJS.

Baca Juga: Demo Besar 8 Maret di Jayapura, Kapolresta Jayapura Akan Tindak Tegas

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah transformasi PT Asuransi Kesehatan (Askes) (Persero), sementara BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari PT Jamsostek (Persero).

Keduat BPJS tersebut sama-sama dilahirkan melalui Undang-undang No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS). Keduanya merupakan program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2013.

Tugas BPJS Kesehatan

Dia menuturkan, tugas BPJS Kesehatan memberi perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, sesuai dengan program JKN.

“Manfaat yang diberikan meliputi pelayanan kesehatan tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, dan rawat inap” pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh penduduk Indonesia wajib menjadi peserta JKN-KIS yang sudah BPJS Kesehatan kelola. Termasuk orang asing yang telah bekerja minimal enam bulan di Indonesia.

Mengutip laman resmi BPJS Ketenagakerjaan, tugas jaminan sosial ini memberi perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia, baik yang bekerja secara informal maupun nonformal.

Jika BPJS Kesehatan penyebutannya menjadi BPJSK, maka BPJS Ketenagakerjaan menjadi BPJAMSOSTEK.

Fungsi dan tugas BPJAMSOSTEK termasuk menangani Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pensiun (JP).

Sementara kepesertaan jaminan sosial ini terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Penerima Upah (PU)
  2. Bukan Penerima Upah (BPU)
  3. Jasa Konstruksi
  4. Pekerja Migran Indonesia.