Bisakah Paul Zhang Diadili di Indonesia?
Bisakah Paul Zhang Diadili di Indonesia?

Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video kontroversi yang diunggah oleh pemilik akun YouTube, Jozeph Paul Zhang. Di dalam videonya, Paul mengaku sebagai nabi ke-26 dan memberikan pernyataan-pernyataan tak senonoh yang dianggap sebagai penghinaan dan penistaan terhadap agama Islam.

Pernyataan-pernyataan Paul di dalam videonya pada saat umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa ini, dinilai sangat meresahkan. Video yang menuai kecaman dari semua netizen ini memantik kegeraman dari bukan hanya umat Muslim saja. Bukan itu saja, Paul menantang seluruh netizen agar melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

Ia pun kemudian dilaporkan ke kepolisian dengan nomor laporan LP/B/0253/IV/2021/Bareskrim pada tanggal 17 April 2021. Namun menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Paul sudah tidak berada di Indonesia sejak tahun 2018.

Bagaimana Menjerat Paul Zhang Dengan Hukum Indonesia?

Menurut informasi Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno Hatta, Paul tercatat meninggalkan Indonesia ke Hongkong sejak 11 Januari 2018. Lantas bagaimana menjerat paul atas perbuatannya dengan hukum yang berlaku di Indonesia?

Perbuatan pidana yang disangkakan oleh Paul atas penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Apakah nantinya bisa ditindaklanjuti dengan sebuah proses yang dinamakan dengan ekstradisi?

Baca Juga : Manfaat Madu dan Lemon, Mampu Bersihkan Hati dari Racun

Esktradisi adalah proses dimana seorang tersangka ditahan oleh pihak yang berwenang di negara lain. Kemudian diserahkan kepada pihak berwajib dari negara asal tersangka.

Namun, ekstradisi baru bisa dilakukan melalui perjanjian bilateral antar dua negara tempat seorang tersangka bersembunyi. Hal ini diperlukan karena pada prinsipnya, suatu negara tidak memiliki kewajiban untuk menyerahkan tersangka kriminal kepada negara asing.

Namun, menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi (UU Ekstradisi), tidak semua perbuatan pidana dapat ditindaklanjuti dengan sebuah permintaan ekstradisi.

Di dalam lampiran daftar kejahatan yang pelakunya dapat diekstradisikan pada UU Ekstradisi tersebut, terdapat 32 perbuatan, dan penistaan agama tidak termasuk di dalamnya.

Langkah yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian dalam menyikapi laporan terhadap Paul adalah menjalin komunikasi dengan International Criminal Police Organization Interpol (Interpol).

Informasi mengenai keberadaannya akan bisa ditindaklanjuti dengan melakukan penangkapan secara langsung oleh pihak kepolisian Indonesia.