Waspada Hujan Ekstrem
BMKG Waspada Hujan Ekstrem di Papua dan Papua Barat

BMKG: Waspada Hujan Ekstrem di Papua dan Papua Barat – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan ada hujan ekstrem pada wilayah Papua dan Papua Barat. Menurut perkiraan, kondisi ini berlangsung selama satu pekan ke depan, yakni 10 Februari hingga 16 Februari.

“Saat ini memang suhu muka laut di Samudera Pasifik timur itu masih cukup hangat, artinya La Nina memang masih berlangsung,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A Fachri Radjab mengutip dari inews.id, Senin (08/02/2021).

Atas analisa tersebut, BMKG meminta masyarakat Papua untuk waspada. Deputi bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebut cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana.

“Hujan ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang dapat membahayakan,” kata Guswanto dalam keterangannya.

BMKG menyebut bahwa cuaca saat ini sedang tidak stabil. Menurut analisa, saat ini muncul sirkulasi siklonik di sekitar wilayah utara Indonesia. Hal ini menyebabkan pola arah dan kecepatan angin di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, BMKG juga menyebut terdapat kondisi labilitas atmosfer yang kuat di sebagian wilayah Indonesia. Hal itu juga berpengaruh hujan di beberapa wilayah. BMKG juga mengimbau agar masyarakat waspada terhadap hujan angin disertai kilat.

Menurut perkiraan, fenomena ini akan mulai mereda pada bulan Maret mendatang. Kendati demikian, Indonesia masih masuk dalam musim hujan.

“Saat itu kita masih dalam periode musim hujan, bukan berarti La Nina meluruh, hujan akan berhenti,” tambahnya.

Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Memasuki Puncak Musim Hujan Ekstrem

Baca juga: Imlek dan Represi ORBA

Guswanto menyebut sebagian wilayah Indonesia memasuki puncak musim hujan. Mulai dari Sumatera bagian selatan, Sebagian besar Jawa, Maluku, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Papua Barat, hingga Papua bagian Selatan.

“Sebagian besar wilayah saat ini memasuki puncak musim hujan, seperti Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua. Berdasarkan kondisi tersebut, kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan,” kata Deputi bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangannya, Rabu 10 Februari 2021.

Mengacu pada data berbasis dampak (Impact Based Forecast – IBF) terdapat wilayah yang berpotensi banjir pada periode 10-11 Februari 2021. Wilayah yang masuk pada status siaga tersebut antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain itu, berdasarkan kajian BMKG, PUPR dan BIG, terdapay wilayah yang dalam kategori menengah. Artinya, wilayah tersebut perlu waspada akan bencana banjir pada periode sepuluh hari ke-2 bulan Februari. Wilayah tersebut antara lain Aceh bagian selatan, sebagian kecil Jambi bagian tengah, sebagian kecil Jawa Barat bagian timur.

Termasuk sebagian kecil Papua Barat bagian timur dan sebagian kecil Papua bagian utara serta tengah.