Bohong
Bohong Pintu dari Petaka dan Celaka

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa bohong akan membawa pada petaka. Dalam ajaran Islam, hal ini benar adanya. Ibnu Mas’ud mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.

Namun, petaka dan celaka yang versi Islam memiliki maknanya sendiri. Dalam hadis tersebut, berbohong akan mengantarkan seseorang kepada kejahatan. Lebih lanjut, kejahatan tersebut akan mengantarkan pada neraka.

Arti Bohong

Baca juga: Ada Pergerakan 9 Sesar Aktif yang Sebabkan Gempa di Papua

Kebohongan adalah tindakan yang tidak terpuji. Maksud dari kebohongan yang mengantarkan kepada kejahatan adalah kebohongan yang akan diikuti oleh kebohongan lainnya.

Bayangkan, Anda berbohong soal status Anda sebagai orang kaya padahal kenyataannya tidak. Anda kemudian akan berusaha menutupi kebohongan Anda dengan kebohongan lainnya. Bahkan, berbohong yang berdampak buruk bagi orang banyak termasuk perbuatan zalim.

Islam menyebut kebohongan bukanlah sifat atau watak seorang mu’min. Artinya, bohong adalah sifat yang dipelajari. Atau, bohong adalah sifat dari bukan seorang mu’min. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يُطْبَعُ الْمُؤْمِنُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ إِلاَّ الْخِيَانَة وَالْكَذِب

“Seorang mu’min dapat terbentuk wataknya berdasarkan watak apa saja kecuali khianat dan dusta.”

Dengan demikian, berbohong tidaklah membawa keuntungan bagi kita. Tidak jujur hanya akan membawa masalah baru, bahkan dapat berakhir pada siksa neraka. Naudzubillah.

Jujur Tidak Akan Rugi

Ada anggapan bahwa ketika kita tidak jujur, justru kita akan untung. Padahal, ungkapan ini tidak sepenuhnya benar. Misal, dalam berdagang, kita tidak jujur bahwa barang dagangan kita tidak ada cacatnya agar memperoleh harga tinggi. Justru sebaliknya, kita tahu bahwa barang yang kita jual cacat.

Boleh jadi, kita mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena berhasil membohongi pelanggan. Namun, percayalah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Apapun tindakan yang kita lakukan, pasti ada balasannya. Allah ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

Begitu pula sebaliknya. Mungkin, dalam kasus perdagangan tadi, kita akan merugi jika berkata jujur. Namun, percayalah, kerugian tersebut hanya sesaat. Allah akan memberikan nikmat yang lebih besar dari apa yang bisa kita bayangkan. Sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَوْضِعُ سَوْطٍ فِى الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Satu bagian kecil nikmat di surga lebih baik dari dunia dan seisinya.”