Bom Makassar : Masyarakat dan Ormas Mengecam
Bom Makassar : Masyarakat dan Ormas Mengecam

Bom Makassar : Masyarakat dan Ormas Mengecam – Sebuah kejadian pilu yang merobek kebangsaan ini kembali terjadi. Kali ini ledakan kembali terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) pagi. Ledakan yang berasal dari bom bunuh diri tersebut, terjadi pada saat umat Nasrani sedang merayakan Minggu Palma. Sebuah liturgi gereja Kristen yang memperingati peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem, sebelum Ia disalibkan.

Gereja Katedral Makassar yang sebelumnya bernama Gereja Hati Kudus Yesus Yang Maha Kudus, merupakan gereja tertua di Makassar. Gereja tersebut didirikan pada tahun 1898. Bukan hanya sebagai tempat beribadah umat Katolik, Gereja Katedral Makassar adalah simbol betapa tolerannya daerah ini ketika Kerajaan Gowa masih menjalankan pemerintahan kala itu.

Di saat umat beragama sedang bersiap untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dan rangkaian perayaan Paskah. Kembali terjadi jaringan terorisme berulah untuk merusak kondisi dan stabilitas bangsa yang sedang bergelut melawan pandemi.

Pelaku Bom Bunuh Diri Tewas Pada Saat Aksi

Seperti yang kami lansir dari CNNIndonesia.com, polisi mengungkap, terduga dua pelaku mengendarai sepeda motor dan berusaha masuk ke dalam halaman gereja untuk meledakkan dirinya. Namun usaha ini mendapat penghadangan dari sekuriti.

Baca Juga : Prinsip Bergaul dalam Islam: Berbuat Baik Kepada Sesama

Dari ceceran potongan tubuh setelah ledakan di depan halaman Katedral, polisi masih belum bisa memastikan apakah potongan tubuh tersebut berasal dari satu atau dari kedua pelaku. Jenis kelaminnya pun masih belum bisa diidentifikasi dengan pasti.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan olah TKP akan dilakukan dengan saksama untuk menyisir jaringan teroris yang bertanggung jawab di belakang aksi bom bunuh diri ini.

Sebanyak 14 orang umat gereja dan sekuriti mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya karena serpihan bom. Para korban ini sekarang sedang dirawat di Rumah Sakit Stella Marris, Akademis dan Rumah Sakit Pelamonia, Makassar.

Masyarakat dan Ormas Mengecam Pelaku Bom Makassar

Masyarakat mengecam keras perbuatan teror ini. Sejak viralnya rekaman CCTV yang menangkap kejadian pengeboman tersebut, sepanjang hari ungkapan simpati dan belasungkawa mengalir untuk umat dan jemaat Gereja Katedral Makassar.

Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama Republik Indonesia, langsung memberikan komentarnya melalui akun twitter @YaqutCQoumas, yang mengutuk keras aksi ini. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk jangan pernah takut kepada tindakan terorisme melalui akunnya tersebut.

Bangsa ini sudah terlalu sering dirobek oleh luka yang terus berulang. Kejadian-kejadian terorisme baik itu dengan bom bunuh diri, maupun yang lainnya seakan terus hadir ketika peristiwa lama sudah mulai pupus dari ingatan. Sampai kapan sejarah modern bangsa ini akan terus diwarnai oleh darah yang ditumpahkan dari sebuah pemikiran picik?