BPBD Papua Barat Menggelar Pelatihan Untuk 100 Relawan Covid-19
100 Relawan Covid-19 Ikutin Pelatihan BPDB (foto : kumparan.com)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat menggelar kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi bagi Relawan COVID-19, se-Provinsi Papua Barat. Pelatihan dan sertifikasi yang akan berlangsung selama empat hari di masing-masing daerah. Dan peserta yang mengikuti ada 100 orang relawan COVID-19.

Untuk relawan akan tersebar di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan & Kabupaten Teluk Bintuni.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Papua Barat Jordan Komnaris mengatakan, para relawan yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota di Papua Barat. Ia juga berkata bahwa relawan akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi terkait cara penanganan jika ada warga yang terpapar COVID-19.

“Sebanyak 100 orang relawan yang tersebar di lima kabupaten satu kota di Papua Barat akan diberikan pelatihan dan sertifikasi terkait cara penanganan warga terpapar covid-19 di sekitar tempat tinggal,” kata Jordan Komnaris, Selasa (23/3).

Jordan mengatakan, para relawan ini akan mendaatkan pelatihan untuk masing-masing daerahnya selama empat hari.

Relawan Dapat Menangani Pasien Covid-19 Sesuai Sertifikasinya

Ia juga berharap dengan pelatihan seperti ini relawan yang sudah mendapatkan pelatihan bisa memiliki keahlian khusus untuk menangani pasien covid-19. Dan relawan yang menangani pasien tersebut nantinya bisa melakukannya sesuai aturan atau sertifikasi yang mereka dapatkan.

Baca Juga : 229 Ribu Pelanggan Telkomsel Daerah Sorong Belum Nikmati Jaringan 4G

Sertifikasi yang para relawan terima langsung dari Gubernur Papua Barat dan sudah Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia setujui. Dalam pelatihan mereka akan mendapatkan bekal pengetahuan untuk penanganan pasien covid-19.

Pelatihan dan sertifikasi ini terkhusus bagi mereka yang betul-betul mendaftarkan diri sebagai relawan. Yang ia maksud relawan yaitu, mereka tidak punya pekerjaan atau tidak terikat dengan suatu pekerjaan non ASN atau non medis.

“Relawan yang dimaksud disini adalah mereka yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali dan tidak terikat dengan suatu pekerjaan, atau non ASN dan non medis. Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan para relawan bisa menangani misalkan jika ada satu masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya yang terpapar COVID-19, maka relawan tersebut bisa langsung melakukan penanganan sesuai aturan,” ujarnya setelah Pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Relawan COVID-19 Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, yang berlangsung di Vega Hotel Sorong, Senin (22/3).