BPJS Kesehatan Untuk Warga Negara Asing (WNA)
beritapapua.id - Ilustrasi BPJS. (Foto: Istimewa)

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengatakan Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja minimal dalam waktu 6 bulan di Negara Indonesia diperbolehkan untuk menikmati manfaat jaminan kesehatan asalkan telah membayar iuran dengan tepat waktu.

Fachmi mengemukakan hal itu saat mendampingi Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Penyerahan KIS-PBI itu merupakan wujud perhatian Presiden untuk memastikan seluruh warga tercakup program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) KIS.

Fachmi mengatakan bahwa seluruh warga negara Indonesia, termasuk WNA yang tinggal minimal enam bulan di Indonesia, berhak menikmati jaminan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Fachmi berharap melalui sosialisasi rutin yang dilakukan BPJS Kesehatan, maka informasi tentang JKN-KIS dapat diketahui masyarakat di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Bahayakah Bicara Sendiri Tanpa Sadar?

Jenis-jenis kepesertaan BPJS Kesehatan dimaksud adalah :

  1. Kepesertaan PBI (Penerima Bantuan Iuran)
  2. Kepesertaan PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah)
  3. Kepesertaan PPU (Pekerja Penerima Upah)

Besarnya gaji yang dilaporkan ke BPJS Kesehatan sesuai Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 Pasal 32 adalah sebagai berikut :

  1. Batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran luran bagi Peserta PPU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) yaitu sebesar Rp12.000.000,00.
  2. Batas paling rendah Gaji atau Upah per bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran luran bagi Peserta PPU untuk pegawai swasta yaitu sebesar UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota).