Brand fashion Zara Menutup 1200 Gerai Karena Pandemi
beritapapua.id - Brand fashion Zara Menutup 1200 Gerai Karena Pandemi - Dream

Brand fashion Zara dikabarkan merugi besar akibat dihantam pandemi Covid-19. Karenanya, pemilik Zara Inditex menyebut akan menutup hingga 1.200 toko yang lebih kecil pada tahun 2021 dan sebaliknya akan fokus pada toko yang lebih besar dan penjualan online.

Inditex, perusahaan yang menaungi Zara, melaporkan merugi pada kuartal pertama sebagai dampak pandemi COVID-19 yang telah menghambat omzet perusahaan. Seperti dilansir CNBC, kerugian bersih mencapai Rp 6,4 triliun.

Penutupan akan diprioritaskan pada wilayah Asia dan Eropa. Tak hanya toko Zara, tapi juga Pull & Bear, Bershka dan Massimo Dutti. Namun di samping itu mereka juga berencana membuka 450 toko baru lainnya.

Zara bertujuan lebih memprioritaskan sistem belanja online. Inditex yang dikepalai pendirinya, Amancio Ortega, akan fokus meningkatkan penjualan online di tengah situasi perekonomian yang serba tak menentu akibat wabah virus ini.

Meski merugi, lonjakan pembelian pakaian brand Zara pada April lalu melonjak 95 persen. Oleh karena itu penjualan secara online adalah tahapan yang harus dilakukan agar perusahaan tidak gulung tikar.

Baca Juga: Susi Air “ZERO INCOME”, Minta Keringanan

Tidak Hanya Brand fashion Zara, Ternyata Brand Ternama Guess Juga Akan Tutup Gerai

Guess, label pakaian dan aksesoris asal AS, berencana menutup 100 toko mereka yang tersebar di seluruh dunia. Penutupan toko Guess dijadwalkan berlangsung hingga 18 bulan ke depan. CEO Guess, Carlos Albertini, mengatakan banyak toko mereka akan mengakhiri perjanjian sewa pada waktu yang hampir bersamaan.

Dengan penutupan toko di China, Amerika Utara, dan Eropa, Guess memutar strategi bisnisnya pasca mengalami perubahan dalam permintaan pasar dan kinerja saham. Berdasarkan laporan, saham Guess turun sekitar 24 persen atau 9,71 dollar AS (setara Rp 130.000) baru-baru ini.

Jika diukur dari awal tahun 2020, tingkat penurunan saham telah mencapai 52 persen. Sebagian besar penurunan saham terjadi, karena penutupan toko Guess yang diperpanjang di tengah pandemi Covid-19.

Dalam rangka mengurangi jumlah kerugian, Guess mengambil sejumlah tindakan. Hal itu antara lain merumahkan sebagian karyawan toko, setengah dari staf perusahaannya dan memberhentikan 150 pekerja di kantor pusat mereka di Los Angeles, serta memangkas gaji manajemen dengan angka signifikan.