Buah Merah Papua Tambah Kekebalan Tubuh Bantu Cegah Corona
beritapapua.id - Buah Merah Papua Tambah Kekebalan Tubuh Bantu Cegah Corona - waring99.com

Buah merah atau Pandanaceae conoideus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan infeksi patogen, termasuk virus corona baru, COVID-19. Buah endemik Papua ini banyak mengandung antioksidan dan beta karoten. Tidak hanya itu, omega 3 dan 9, serta banyak zat lain yang meningkatkan daya tahan tubuh juga terkandung di dalamnya.

Peneliti dari Balai Arkeologi Papua Hari Suroto yang mengingatkan khasiat buah merah di tengah kecemasan global akan virus corona COVID-19. Buah itu disebutkannya sudah lama dikonsumsi masyarakat Suku Dani di Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya. Buah tersebut dianggap terbukti membebaskan mereka dari berbagai penyakit.

Baca Juga: Guru Dikeroyok 3 Siswa Berusia 17 Tahun di Kupang

Kandungan dalam Pandanaceae conoideus

“Buah merah mengandung anti oksidan alami yang tinggi, serta berbagai vitamin dan zat seperti karoten 12.000 ppm, beta karoten 700 ppm, tokoferol 11.000 ppm yang berperan aktif untuk meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh,” ujar Hari kepada Tempo, Jumat, 6 Maret 2020.

Selain itu ada beberapa zat lain dalam Pandanaceae conoideus yang meningkatkan daya tahan tubuh. Yaitu asam oleat, asam linoleat, dekanoat, omega 3 dan omega 9. “Semuanya disebut senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh,” kata arkeolog lulusan Universitas Udayana, Bali itu, menambahkan.

Buah Merah termasuk familia Pandanaceae dapat ditemukan dari dataran rendah sampai tinggi di Papua yang tersebar hingga Papua Nugini. Diperkirakan lebih dari 30 varietas buah ini dapat dijumpai di Papua, masing-masing dengan nama yang berbeda untuk tiap karakter buah dan tiap daerah.

Misalnya, buah merah asal Distrik Kelila, Lembah Baliem Barat, mempunyai nama lokal yang berbeda merujuk pada ukuran, warna buah, warna daun, dan rasa. Meski demikian, secara garis besar hanya empat varietas yang banyak dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis, yaitu kultivar merah panjang, merah pendek, cokelat dan kuning.

Tumbuhan buah merah memiliki bentuk menyerupai pandan dengan tinggi mencapai 16 meter. Tinggi batang bebas cabang setinggi 5-8 meter, ditopang dengan akar tunjang. Adapun buahnya berbentuk lonjong dengan kuncup yang tertutup daun buah.