Buah Unik Asal Tanah Papua yang Kaya akan Khasiat
beritapapua.id - Buah Unik Asal Tanah Papua yang Kaya akan Khasiat - Tribun

Buah Unik Asal Tanah Papua yang Kaya akan Khasiat – “Tak hanya cantik dan eksotis, Tanah Papua mengandung berbagai jenis buah. Tak sedikit di antaranya merupakan jenis buah yang bahkan sedikit orang mengetahuinya.”

Pernahkah Anda mendengar nama rabon bi? Bagaimana dengan musa ingens? Atau mungkin bintanggur? Nama-nama tersebut bukanlah nama pemain bola, bukan juga nama aktor film layar lebar. Nama tersebut adalah sebutan bagi buah-buahan asal timur Indonesia, yakni Papua. Buah tersebut terdengar asing bagi sebagian orang. Jika melihat bentuknya, mungkin sebagian yang lain akan mengetahui keluarga dari buah-buahan tersebut.

Tak hanya budayanya yang kaya nan arif, Papua pula memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hasil bumi tanah mutiara hitam ini dikenal hingga mancanegara. Salah satu hasil buminya, yakni minyak dan gas bumi, selalu menjadi buah bibir. Di sisi lain, banyak hal dari negeri cenderawasih ini sedikit yang mengetahui. Sebutlah jenis buah-buahannya. Tak hanya langka, namun juga kaya akan manfaat.

Warga setempat kerap menjadikan buah-buahan langka tersebut layaknya makanan yang sakti mandraguna. Tak hanya sedap dimakan, namun juga kaya akan khasiat.Beberapa di antaranya bahkan dipercaya dapat menyembuhkan kanker hingga HIV. Sedangkan sebagian lainnya dipercaya dapat menyembuhkan penyakit mata. Apa saja kah itu?

Baca Juga: Pertamina dan Bulog Papua Jamin Ketahanan Stok

Buah Merah

Seperti warnanya, buah ini berwarna merah. Mungkin jika dibandingkan dengan buah lain, bentuknya mirip dengan nangka. Ia berbentuk besar seperti nangka, namun sedikit agak panjang dan lurus. Berbeda dengan nangka yang lebar dengan tekstur yang tidak rata. Dari segi isi pun jelas berbeda. Nangka memiliki isi, sedangkan buah merah berada di bagian luar. Bagian dalam merupakan batang tempat menempel si buah merah tersebut.

Buah endemik Papua ini kaya akan mafaat dan khasiat. Kandungan tokoferol dan betakarotennya dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Dua zat tersebut merupakan sumber antioksidan yang biasa digunakan untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker dan tumor. Dalam sejumlah artikel disebutkan bahwa buah merah juga mampu menjadi penawar bagi HIV/AIDS. Tokoferol dalam buah merah juga mampu mencegah stroke dan diabetes. Kaya akan vitamin E, buah merah juga bisa meningkatkan stamina dan kesuburan, lo.

Rabon Bi

Rabon bi cukup unik dijadikan sebuah nama, bukan? Buah dengan nama lain ‘keben’ ini berbentuk seperti jambu air. Buah berwarna hijau ini memiliki sebuah sejenis biji yang keras di dalamnya. Meski disebut sebagai buah, kebanyakan warga Papua tidak mengonsumsinya sebagai makanan. Rabon bi kerap dimanfaatkan sari patinya sebagai obat mata.

Buah ini hanya ditemukan di Papua. Meski sebagian orang merasa asing mendengar namanya, lazim bagi masyarakat Papua memanfaatkan si buah berwarna hijau ini. Bahkan, buah ini disebut dengan sebutan Buah Sakti lantaran manfaat serta khasiatnya.

Musa Ingens

Musa ingens adalah pisang berukuran besar, bahkan dikatakan yang terbesar di dalam keluarga pisang. Terdengar seperti nama orang, kata musa diambil dari bahasa latin yakni musaceae. Orang yang pertama kali menamai serta membuatnya menjadi tenar ialah warga asli Papua, Jeff Daniells. Pada tahun 1989, penemuan pisang raksasa itu tentu menggegerkan warga. Pisang ini tergolong langka karena ia salah satu tumbuhan yang sulit ditanam.

Dari ukuran penyangganya saja, tinggi pohon musa ingens bisa mencapai 25 meter dengan diameter batang pohon sekitar 2 meter. Panjang pelepah daun dari pohon tersebut mencapai 5 meter dengan lebar 1 meter. Besar nan raksasa, seperti pohon zaman pra-sejarah. Bagaimana dengan ukuran buahnya?

Panjang pisang asal Papua ini 18 centimeter dengan lebar 4 centimeter. Kurang lebih ukurannya sebesar lengan pria dewasa. Tak kalah mengejutkan, beratnya bisa mencapai 60 kilogram.

Bintangur

Buah asal Semenanjung Malaysia ini juga ditemukan di Papua. Buah dengan nama lati Calophyllaceae spp ini berbentuk bulat dan sedikit lonjong, dengan kulit berwarna hijau. Mirip dengan jeruk nipis. Sama seperti rabon bi, meski dikatakan buah, bintangur tidak dimakan oleh masyarakat sekitar. Menurut beberapa sumber, buah ini bisa diolah menjadi minyak yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Beberapa sumber lainnya mengatakan bahwa kandungan bintangur mampu mengurangi pertumbuhan virus HIV. Kandungan castotolide A dipercaya sebagai senyawa yang cukup efektif menekan pertumbuhan virus mengerikan tersebut. Namun, kandungan zat tersebut tidak didapat pada buahnya, melainkan dari daun bintangur.