Budidaya Kopi Bowongso Kawasan Lereng Gunung Sumbing
Beritapapua.id - Budidaya Kopi Bowongso Kawasan Lereng Gunung Sumbing - Shopee

Budidaya Kopi Bowongso Kawasan Lereng Gunung Sumbing – Beribicara tentang kopi, maka Indonesia kini mulai belajar untuk mengenali potensi alam yang sudah ada sejak zaman penjajahan. Kopi memang bukan tanaman asli Indonesia. Namun ia merupakan salah satu tanaman komoditi yang saat ini berhasil tumbuh pada berbagai daerah Indonesia. Menyajikan rasa yang berbeda, kopi mulai menemukan penikmatnya.

Dalam 1 dekade terahir perhatian terhadap kopi mulai meningkat, hal ini merupakan kabar baik bagi para petani kopi yang kemudian mendapat pasar dan perhatian yang lebih. Sehingga, berpacu untuk bisa terus memproduksi kopi-kopi yang memang kualitasnya sangat baik. Dan bisa bersaing dengan negara penghasil kopi lainnya seperti Brazil dan Ethiopia.

Salah satu desa yang kemudian menunjukkan keseriusaannya dalam produksi kopi adalah Bowongso. Kopi arabika bowongso tumbuh pada dataran tinggi desa Bowongso. Bowongso sendiri merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa ini berada pada kawasan lereng gunung sumbing dan menjadi desa tertinggi.

Terletak pada ketinggian 1450 mdpl dengan suhu rata- rata 18-25°C dan tingkat kelembaban mencapai 65-85%. Dengan keadaan geografis yang sangat mendukung tersebut, desa ini mampu menghasilkan kopi arabika dengan kualitas yang tidak kalah dengan biji- biji kopi yang berasal dari sumatera, bali bahkan papua.

Pada tahun 2009, Dinas Pertanian Wonosobo mensosialisasikan mengenai upaya pencegahan longsor dengan menanam pohon kopi. Awalnya penanaman kopi hanya untuk konservasi karena lahan pegunungan tersebut penggunaannya untuk tanaman semusim.

Namun kemudian kopi menjadi tumpang sari untuk tembakau dan tanaman pangan. Biji kopi sendiri berasal dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember. 20 petani anggota poktan (kelompok tani) secara bertahap menanam kopi berbagai varietas dan kopi bowongso menjadi kopi paling muda pada kawasan lereng gunung sumbing.

Baca Juga: Jenis Buah yang Aman Bagi Penderita Diabetes

Proses Budidaya Kopi Bowongso

Budidaya Kopi Bowongso Kawasan Lereng Gunung Sumbing
Beritapapua.id – Budidaya Kopi Bowongso Kawasan Lereng Gunung Sumbing – Mongabay

Dalam proses budidaya kopi arabika bowongso, petani selalu mengikuti syarat Masyarakat Pelindung Indikasi Geografis (MPIG). Yakni meminimalkan olah tanah, menghindari penggunaan pupuk kimia dan obat tanaman yang justru akan membahayakan pohon kopi. Selain itu pemangkasan daun yang sudah layu atau terjangkit hama harus. Sehingga pohon kopi bisa tumbuh dengan subur dan baik. Pemetikan biji kopi juga harus menunggu hingga biji kopi matang yang berwarna merah menyerupai ceri.

Biji kopi yang telah dipanen dan diolah sedemikian rupa kemudian hanya dipasarkan melalui satu pintu. Yaitu poktan Bina Sejahtera dengan bentuk roast bean dan bubuk. Tidak ada kedai kopi khusus maupun lapak online sehingga siapapun yang ingin menikmatinya harus pergi langsung ke bowongso.