Bukti Terkait Keterlibatan Lukman Hakim dalam Kasus Jual Beli Jabatan
beritapapua.id - Bukti Terkait Keterlibatan Lukman Hakim dalam Kasus Jual Beli Jabatan - suarakarya.id

Mantan Menteri Agama 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin terseret dalam kasus dugaan korupsi yang di lakukan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangungan (PPP) Romahurmuziy atau yang biasa dipanggil Romi. Lukman juga merupakan kader PPP yang diyakini beragi peran dengan Romi dalam menentukan seleksi jabatan dan meloloskan Haris Hasanuddin selaku Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Lukman pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK pada bulan November 2019, pemeriksaan itu terkait dengan kewenangannya selama menjabat sebagai Menteri Agama, sebelumnya ia juga pernah diperiksa oleh KPK dalam penyelidikan terkait penyelenggaraan haji.

KPK akan mempelajari vonis hakim kepada Ketua Umum PPP Romi yang divonis hukuman 2 tahun dan denda Rp100 juta dengan subside selama 3 bulan kurungan. Hakim menilai Romi dan Lukman terbukti bersama-sama membantu memudahkan Haris Hasanudin dalam seleksi jabatan Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Dikutip dari Kompas.com dalam kasus jual beli jabatan tersebut Jaksa meyakini bahwa campur tangan (intervensi) Lukman dalam kasus tersebut dilakukan mengingat bahwa ia merupakan pemegang kekuasaan dalam pengangkatan dan pemberhentian di lingkungan Kemenag.

Selanjutnya Jaksa menyatakan bahwa “Romi dan Lukman disebut menerima uang dari Haris Hasanuddin dalam masa seleksi jabatan tinggi pratama di lingkundan Kemenang, dimana Romi sebagai terdakwa menerima uang sejumlah RP. 255 juta dan Lukman sebesar Rp.70 juta yang diterima pada tanggal 1 Maret 2019 sejumlah RP.50 juta dan tanggal 9 Maret 2019 sejumlah Rp.20 juta melalui Heri Purwanto selaku ajudan lukman Hakim Saifuddin”.

Baca Juga: Awal Mula kasus Dedy Susanto

KPK Masih Pelajari Vonis Romi Untuk Mencari Bukti Keterlibatan Lukman Hakim

Dalam Persidangan Romi (6/1/2020) Jaksa KPK meminta majelis hakim untuk menyita sejumlah uang yang ditemukan di ruang kerja lukman saat penggeledahan. Bahwa dalam persidangan tersebut Lukman tidak dapat menjelaskan asal-usul tentang uang tersebut dan tidak dapat membuktikan tentang penerimaan uang tersebut.

Lukman hanya menjelaskan uang US$.30.000 yang ditemukan KPK merupakan pemberian dari Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta dalam rangka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Asia. Akan tetapi hal tersebut tdak didukung dengan bukti yang sah begitu pula dengan penerimaannya.

Terkait peran Lukman dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag KPK akan mempelajarinya. Tak menutup kemungkinan KPK akan menerapkan pasal mengenai turut serta yaitu Pasal 55 Undang-Undang Tipikor dalam vonis Romi. Jika Pasal 55 terbukti secara jelas maka akan dihubungkan dengan alat bukti lain yang kemudian akan dipertanggungjawabkan pidana dari Lukman yang posisinya masih menjadi saksi untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.