Bupati dan Wabup Wondama Mendapatkan Sambutan Adat Saat di Wasior
Hendrik Syake Mambor dan Andarias Kayukatui resmi pimpin Kabupaten Teluk Wondama

Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama hasil Pilkada 2020 Hendrik Mambor-Andarias Kayukatuy tiba di kota Wasior pada, Sabtu (08/05/21). Kedatangan mereka mendapatkan sambutan dengan ritual adat oleh lembaga adat setempat.

Kedatangan Pasangan Mambor-Andi yang menumpang KM. Ekspress Bahari setelah memang mendapatkan sambutan begitu meriah dengan upacara protokoler. Selain itu tidak lupa juga ada prosesi adat, dan acara tersebut berlangsung di Pelabuhan Kuri Pasai Wasior. Namun hal itu tetap berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Penjabat Bupati Eduard Nunaki bersama dengan unsur Forkopimda, para pimpinan OPD, massa pendukung serta masyarakat umum menyambut langsung duet pemimpin baru Wondama itu.

Setelah upacara protokoler, Mambor-Andi bersama istri menjalani prosesi penyambutan secara adat yang dan yang memimpin adalah Ketua LMA wilayah selatan dan barat Adrian Worengga. Dengan pengalungan noken adat atau yang dalam bahasa Wondamen adalah kotiomi menjadi awal prosesi adat tersebut.

Topi Adat Bulu Burung Kasuari Melambangkan Panglima Perang

Selanjutnya secara bergantian keduanya dipakaikan topi adat dari bulu burung Kasuari diikuti dengan memegang busur dan panah serta parang. Ini melambangkan bahwa keduanya adalah ‘mambri’ alias panglima perang yang siap bertempur.

Baca Juga : Minuman Fanta Ternyata Diciptakan di Nazi Jerman Karena Depresi

Sementara untuk sang istri, mereka dipakaikan sarung juga noken besar yang dipasang di kepala. Mereka juga menerima ‘amaure’ atau alat penokok sagu yang ada pada lengan sebelah kiri. Ritual ini melambangkan kesiapan sang istri untuk mendampingi suami setiap waktu sekaligus siap memberi makan bagi rakyat yang mereka pimpin.

“Selamat bekerja,” ucap Adrian Worengga setelah melantunkan doa memohon perlindungan dari para leluhur penjaga Wondama dalam bahasa lokal.

Dari pelabuhan dengan menumpang mobil bak terbuka, pasangan Mambor-Andi kemudian berkeliling kota Wasior menuju tugu pendaratan Injil di Kampung Kaibi Distrik Wondiboi.

Setelah dari Tugu pendaratan Injil di Kaibi, Mambor-Andi bersama rombongan mengunjungi Situs Batu Peradaban Aitumeiri di Miei, Wasior. Di situs rohani bersejarah itu, Mambor-Andi memanjatkan doa syukur dan menerima berkat rohani oleh Ketua Klasis GKI Wondama Pendeta Rosalie Wamafma.

Kunjungan ke situs rohani merupakan bagian dari napak tilas sejarah masuknya Injil di Kabupaten Teluk Wondama. Pasangan jalur independen ini pada sehari sebelumnya telah berkunjung ke Yomber di Distrik Roswar yang merupakan tempat pendaratan Injil pertama kalinya di Wondama pada 1866. Kemudian mendatangi Yende di Distrik Roon dan Bukit Kamadiri di Windesi.

“Saya menamakan ini adalah perjalanan ibadah syukur. Ini menjadi dasar bagi kami untuk menjalankan pemerintahan, “ucap Mambor usai ibadah di Situs Batu Peradaban Aitumeiri.