Bupati Fakfak Ikut Selesaikan Masalah Pengunduran Diri 2 Dokter RSUD
beritapapua.id - Bupati Fakfak Untung Tamsil diwancarao wartawan usai pelantikan Direktur RSUD Fakfak dan Pejabat. (foto : primarakyat)

Dua dokter spesialis RSUD Fakfak yaitu, dr Djahalia Rumagesan dan dr Subhan Rumoning sempet mengajukan pengunduran diri terkait dengan tundingan malapraktik.

Hal itu membuat Bupati Fakfak, Untung Tamsil, turun tangan untuk menyelesaikan masalah pengunduran diri dua dokter spesialis penyakit dalam RSUD. Persoalan tersebut kini mendapatkan titik terang dan sudah selesai, karena hanya karena miskomunikasi.

Untung Tamsil mengatakan, masalah yang terjadi kepada dr Djahalia Rumagesan SpPD dan dr Subhan Rumoning SpPD bisa diselesaikan dengan membicarakannya secara persuasif.

Karena dr Djahalia Rumagesan SpPD dan dr Subhan Rumoning SpPD bekerja di rumah sakit ini karena untuk kepentingan masyarakat. Dan masalah antara kedua dokter dengan manajemen rumah sakit pun kini telah selesai secara kekeluargaan.

“Alhamdulillah sudah selesai. Kami sudah berkomunikasi secara kekeluargaan,” kata Bupati Untung di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Kamis (05/08/2021).

Dia mengatakan, kedua dokter ini tidak akan mundur, karena mereka berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Selain itu keduanya merupakan ‘anak Fakfak’ yang semestinya mengemban tugas dan tanggung jawab di daerahnya. Karenanya ia sangat bersyukur masalah tersebut bisa selesai secara kekeluargaan dan tidak merugikan semua pihak.

Mencabut Rencana Pengunduran Diri

Dengan selesainya permasalahan yang terjadi kedua dokter itu pun kini akan kembali lagi bekerja. Dan rencana pengunduran yang mereka berikan sebelumnya akan dicabut.

Sebelumnya Dua dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Fakfak berencana mengundurkan diri akibat tudingan malapraktik dari keluarga pasien. Selain itu mereka juga mendapat penghinaan profesi atas kasus tersebut.

Baca Juga : Sempat Mundur, 2 Dokter Spesialis RSUD Fakfak Akan Kembali Bekerja

Dua dokter spesialis tersebut yaitu, dr Djahalia Rumagesan SpPD dan dr Subhan Rumoning SpPD. Keduanya dokter yang bertugas di rumah sakit umum Kabupaten Fakfak, Papua Barat itu merasa tidak terima atas tudingan malpraktik kepada mereka.

Saat itu dr Djahalia Rumagesan, membenarkan rencana pengunduran diri tersebut. Dia mengakui tidak terima dituding malpraktik yang berujung penghinaan profesi.

“Saya bekerja dengan tekanan penghinaan terhadap saya dan profesi dokter, namun tidak mendapatkan perlindungan sama sekali dari Rumah sakit maupun dari pemerintah daerah,” kata dokter Rumagesan.