Bupati Jayapura : Dana Rp275 M Untuk Rekonstruksi Infrastuktur
beritapapua.id - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw. (foto : jubi)

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menyatakan dana bantuan korban banjir bandang Sentani senilai Rp275 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB seluruhnya akan digunakan untuk kepentingan rekonstruksi pasca banjir bandang. Hal itu dinyatakan Awoitauw di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (6/7/2021).

Awoitauw menyampaikan hal itu menanggapi polemik masyarakat yang menyebut ada dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana bencana itu, sehingga kucuran dana itu dinilai sejumlah kalangan tidak berdampak bagi masyarakat.

Menurut Awoiatuw, hibah dana bantuan korban banjir bandang dari BNPB itu sudah diterima Pemerintah Kabupaten Jayapura pada 3 November 2020.

Mathius Awoitauw menegaskan seluruh dana hibah BNPB itu akan digunakan untuk kepentingan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura pada 16 Maret 2019 itu.

Menurutnya, sekitar Rp100 miliar dari dana hibah BNPB itu digunakan untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak diterjang banjir bandang. Sejumlah Rp60 miliar diantaranya digunakan untuk bantuan perbaikan 2.000 rumah korban, dan membangun 300 rumah di Kemiri.

“Dana itu tidak untuk dibagi-bagi. Untuk rumah yang rusak parah, nilai bantuan perbaikan rumah Rp50 juta. Untuk rumah rusak sedang, nilai bantuannya Rp25 juta. Perbaikan rumah yang rusak karena banjir bandang dikerjakan secara swadaya. Sebagian besar rumah yang diperbaiki ada di pesisir Danau Sentani,” ujar Awoitauw, Selasa.

Bupati Jayapura Berharap Masyarakat Tidak Salah Menanggapi

Awoitauw mengakui penyerapan anggaran hibah itu lambat. Oleh karena itu, ia telah merotasi sejumlah pejabat yang menangani pemulihan pasca bencana banjir bandang itu.

“Kami berharap masyarakat tidak salah menanggapi pemberian dana hibah itu. Pemerintah tetap berupaya dengan menggenjot sumber daya manusianya agar mampu memaksimalkan semua pekerjaan, agar sesuai dengan jumlah anggaran yang diterima dan peruntukannya,” kata Awoitauw.

Baca Juga : Usut Penyimpangan Dana, Warga Jayapura Minta Pembentukan Pansus

Secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Jhonson Nainggolan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Perumahan agar segera melelang sejumlah proyek rekonstruksi pasca bencana itu.

Menurutnya, sebagian pekerjaan fisik, seperti pembangunan jembatan dan jalan, sudah berjalan. Akan tetapi, ia membenarkan ada sejumlah paket pekerjaan yang belum selesai dilelang.

“Memang dikejar dengan waktu pelaksanaan, tetapi kami berupaya agar semua pekerjaan tetap terlaksana. Ketika limit waktu yang diberikan telah selesai, maka kami bisa usul penambahan waktu lagi untuk menyelesaikan sisa pekerjaan,” kata Nainggolan.