Bupati Jayapura Persilahkan DPRD Bentuk Panitia Khusus
beritapapua.id - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw. (foto : tiffanews)

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mempersilahkan DPRD Kabupaten Jayapura untuk membentuk Panitia Khusus yang akan mengusut dugaan penyimpangan dalam pengelolaan hibah dana rekonstruksi pasca banjir bandang Sentani.

Hal itu ia katakan saat memberikan keterangan di Sentani, Kamis (29/7/2021), menanggapi tuntutan berbagai pihak agar DPRD Kabupaten Jayapura membentuk Panitia Khusus atau Pansus.

“Silahkan saja bentuk pansus, karena dewan punya mekanismenya. Saya akan bersama-sama dengan masyarakat untuk mengawal semua proses pelaksanaan rekonstruksi pembangunan melalui dana hibah banjir bandang,” ujar Awoitauw.

Sebelumnya, pada Senin (26/7/2021), Forum Peduli Kemanusiaan dan sejumlah ondofolo menggelar demonstrasi di Sentani.

Aksi demonstrasi tersebut bertujuan agar DPRD Kabupaten Jayapura segera membentuk Panitia Khusus untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana hibah rekonstruksi pasca bencana banjir Sentani.

Awoitauw mengatakan semua pekerjaan pembangunan permukiman di setiap kampung yang terdampak bencana banjir bandang Sentani akan menjadi tanggung jawab masyarakat pemilik rumah.

Semua pekerjaan pembangunan rumah di kampung yang terdampak banjir bandang Sentani pada 16 Maret 2019 lalu tidak untuk dilelang, dan akan mendapat pengawasan langsung dari dinas terkait.

Menurutnya, penggunaan anggaran rekonstruksi pasca banjir bandang untuk membantu perbaikan rumah warga akan berdasarkan tingkat kerusakan rumah itu. Perbaikan rumah yang rusak berat akan mendapatkan bantuan senilai Rp50 juta. Perbaikan rumah yang rusak sedang akan mendapatkan bantuan senilai Rp25 juta, sedangkan perbaikan rumah rusak ringan mendapat bantuan Rp10 juta.

Awoitauw menyatakan jumlah bantuan yang nantinya masyarakat terima masih tergolong kecil. Untuk itu ia menjelaskan bahwa pekerjaan itu tidak bisa untuk dilelang maupun untuk pihak ketiga kerjakan.

“Libatkan masyarakat pemilik rumah, karena mereka yang tahu kebutuhan dalam proses pembangunan rumah mereka sendiri. Rp50 juta, dana yang tidak terlalu besar, sehingga semua perencanaan dan kebutuhan diserahkan langsung kepada mereka. Dinas terkait tinggal mengawasi dan membuat laporan pekerjaan, ” kata Awoitauw.

Bupati Jayapura : Perbaikan Rumah Yang Rusak Akan Diawasi Pansus

Menurutnya, pelaksanaan perbaikan rumah yang rusak karena bencana banjir bandang akan mendapatkan pengawasan dari Panitia Khusus.

Selain Pansus, juga akan ada tim dari Universitas Cenderawasih, Badan Pemeriksa Keuangan, Kejaksaan yang akan mengawasi penggunaan dana hibah rekonstruksi banjir bandang Sentani dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga : Nakes Hamil di Timika Meninggal Akibat Covid-19

“Jadi, dalam semua kegiatan nanti, diharapkan tidak ada dusta diantara kita. Semuanya terang benderang dan untuk kepentingan masyarakat yang terdampak banjir bandang. Kemarin saya sudah menggantikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jayapura, karena [pelaksana sebelumnya] bekerja sangat lambat. Termasuk Kepala Bidang Penanggulangan Bencana yang menangani semua proses pekerjaan itu, sudah dua kali kami ganti,” ungkap Awoitauw.

Awoitauw berharap semua pemangku kepentingan, termasuk para pemilik rumah yang terdampak banjir bandang Sentani, bekerja sama.

“Kepala distrik dan kepala kampung sudah kami perintahkan untuk turut mengawasi setiap proses pembangunan yang dikerjakan,” katanya.

Sekretaris Forum Peduli Kemanusiaan, John Maurids Suebu mengaku belum puas dengan jawaban Bupati Jayapura. Ia belum mendapat jawaban terkait dana hibah BNPB senilai Rp275 miliar.