Bupati Jayawijaya Pantau Langsung Pelaksanaan Imunisasi di Distrik Siepkosi
beritapapua.id - Bupati Jayawijaya Jhon. R Banua, SE, MSi, saat memantau langsung pelaksanaan imunisasi bagi bayi. (Foto: Papuainside)

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua memantau langsung pelaksanaan imunisasi bagi bayi, balita dan remaja di Distrik Siepkosi, Kamis (28/4/2022).

Pelaksanaan imunisasi bagi anak-anak di sembilan kampung, yang ada di distrik Siepkosi, Jayawijaya sebelumnya mendapat sedikit kendala. Pasalnya sebelum pelaksanaan imunisasi tersebut ada isu miring yang beredar di lingkungan masyarakat terkait Covid-19 dan imunisasi.

“Jika sebelumnya petugas puskesmas menyampaikan ada kendala mereka dalam melakukan imunisasi. Maka saya meminta waktu untuk bertemu para tokoh masyarakat di distrik ini dan hari ini kita laksanakan imunisasi. Ternyata banyak anak-anak yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap,” ungkap Jhon Banua.

Bupati menjelaskan sekalipun terdapat isu miring yang berkembang di masyarakat terkait imunisasi dan vaksin, pelaksanaan imunisasi di puskesmas Siepkosi tetap berjalan.

“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan imunisasi hari ini masyarakat sudah bisa melihat sendiri bahwa imunisasi aman, sehingga kedepan bisa berjalan lebih baik lagi karena ini sangat penting untuk kesehatan anak-anak kita,” jelasnya.

Bupati juga meminta tenaga medis untuk rutin menjadwalkan kegiatan imunisasi, baik itu di puskesmas atau di pustu-pustu di kampung-kampung.

“Saya harap mama-mama yang memiliki bayi dan balita untuk dibawa ke puskesmas agar mendapatkan layanan imunisasi dan layanan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Minat Masyarakat ke Puskemas Berkurang Selama Covid-19

Sementara itu, Kepala Puskesmas Siepkosi, Nagot Yogobi mengakui jika saat ini minat masyarakat ke puskesmas sudah berkurang. Hal ini terjadi sejak adanya pandemi Covid-19 yang mempengaruhi minat mereka datang ke puskemas untuk berobat.

“Sebelum corona puskesmas kami di distrik Siepkosi ini aktif, setelah corona tersebar banyak isu miring akhirnya masyarakat yang datang berobat juga timbul tenggelam (jarang),” katanya.

Baca Juga: Panduan Mendaftar Beasiswa Pendidikan Indonesia 2022

Untuk mensiasati itu timnya juga melakukan imunisasi dan pelayanan kesehatan keliling, namun kadang tidak ada warga yang datang membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi.

“Masyarakat beranggapan bahwa corona sehingga tidak mau ke puskesmas,” ucapnya.

Namun, mulai tahun 2022 ini puskesmas siepkosi mulai aktif kembali. Hal ini juga terlihat dari mulai banyaknya masyarakat yang datang ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kalau kita mau memajukan kabupaten Jayawijaya anak-anak kita harus sehat, harus diimunisasi karena mereka generasi daerah ini. Kalau dasar imunisasi sudah lengkap berarti mereka sekolah dan beraktifitas bisa karena sehat dan miliki tumbuh kembang dengan baik,” terangnya.