Apresiasi Bupati Teluk Bintuni Gerakan Pasar Online di Tengah Covid-19
beritapapua.id - Gerakan pemuda membeli hasil kebun mama-mama Papua untuk diantarkan ke pemesan secara online. Foto: Yohanes Akwan

Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw MT, mengapresiasi gerakan pemuda-pemudi Teluk Bintuni yang menginisiasi pasar online sebagai jembatan distribusi hasil kebun mama-mama dan petani kepada masyarakat sebagai konsumen di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) di Teluk Bintuni.

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Kasihiw, Petrus Kasihiw saat dikonfirmasi mengenai peran serta masyarakat dan mama-mama yang tetap berusaha saling mengisi dan mendukung berjalannya perekonomian rakyat dengan distribusi buah dan sayuran di tengah imbauan pemerintah untuk menjaga jarak fisik dan gerakan #BadiamDiRumah.

“Hormat setinggi-tingginya kepada mama-mama yang senantiasa selalu berusaha menjaga keluarganya, dan masyarakat terutama pemuda-pemudi di Teluk Bintuni dengan segala kreativitas dan keahlian mereka untuk memanfaatkan teknologi dan menjaga rantai distribusi buah dan sayuran kepada masyarakat sekitar,” ujar Petrus.

Bupati Kasihiw juga mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan diri. Serta menjaga jarak fisik antar masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini di Teluk Bintuni.

“Saya tak henti-hentinya masyarakat untuk selalu jaga kebersihan diri, cuci tangan bersih pakai sabun sebelum melakukan sesuatu. Jangan juga suka kumpul-kumpul tidak jelas. Gerakan “Badiam di Rumah” itu sangat penting untuk memutus rantai penyebaran virus ini,” tandas Petrus.

Apresiasi yang sama diberikan oleh Kepala Bappeda Teluk Bintuni, DR Alimudin MM. Beliau mengunjungi posko penampungan hasil tani dari mama-mama dan petani Teluk Bintuni yang akan dipasarkan secara online. Pemasaran online tersebut melalui grup whatsapp dan didistribusikan dengan layanan pesan antar.

“Kami memotivasi adik-adik ini supaya kreativitas di tengah pendemi ini bisa terus berjalan. Agar rantai distribusi sayur dan buah-buahan di Teluk Bintuni tetap berjalan,” ujar Alimudin.

Baca Juga: Kanguru Wondiwoi, Hewan Langka Dunia di Papua Barat

beritapapua.id – Kunjungan Kepala Bappeda Teluk Bintuni di penampungan hasil kebun petani dan mama-mama Papua. Foto: Yohanes Akwan

Mama-mama dan Masyarakat Terbantu Dengan Gerakan Pasar Online

Sebelumnya, dengan imbauan pemerintah agar masyarakat tetap di rumah dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mendatangkan kerumunan serta pembatasan kegiatan untuk pasar-pasar di Teluk Bintuni, petani dan mama-mama mendapatkan kesulitan untuk memperdagangkan hasil kebun mereka.

Dengan adanya gerakan pasar online dengan layanan pesan antar oleh pemuda-pemudi Teluk Bintuni ini, seluruh elemen dalam roda perekonomian lokal mendapatkan angin segar. Kesulitan distribusi bisa diatasi dengan gerakan ini sebagai solusi.

Luky Marani selaku inisiator dari gerakan ini, melihat dengan adanya kecanggihan teknologi dan sumber daya. Khususnya muda-mudi di Teluk Bintuni yang mempunyai perhatian yang sama terhadap pergerakan roda ekonomi masyarakat. Muda-mudi ini bisa dimanfaatkan untuk distribusi sayur-mayur dan buah hasil kebun dari mama-mama dan petani langsung kepada masyarakat selaku konsumen.

“Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas berkebun dan menjual dari mama-mama papua berhenti. Perlu dukungan semua pihak, kita saling bantu menggenjot produksi dan produktivitas hasil kebun mama-mama papua. Agar bisa terdistribusi kepada pembeli secara online. Tinggal di rumah beli sayur dan pesanan akan diantar ke rumah,” Ujar Luky.

Dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan kerja di tengah pandemi Covid-19 seperti imbauan pemerintah, seluruh transaksi dan interaksi yang dilakukan oleh pelaku gerakan ini, dilakukan dengan menjaga jarak minimal dan memakai masker selalu.

Hal yang bisa menjadi bentuk sosialisasi nyata di tengah masyarakat ini, menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni kepada masyarakat untuk terus melakukan imbauan pemerintah yang resmi dalam hal pencegahan covid-19.

Gerakan Pasar Online Mengorganisir 20 Kelompok Tani

Gerakan yang diinisiasi oleh Luky bersama lima orang pemuda lainnya, diharapkan bisa memberikan multiplier effect terhadap aspek ekonomi lokal lainnya.

Gerakan pasar online yang telah mengorganisir 20 kelompok tani mama-mama Papua ini, akan terus membesar dan merambah daerah-daerah atau distrik-distrik lain di Teluk Bintuni. Dengan sosialisasi dan pergerakan yang masif, tidak menutup kemungkinan akan memantik gerakan pemuda yang sama di tempat lain.

Apresiasi baik dari pihak petani dan mama-mama, serta masyarakat sebagai konsumen akan inisiasi ini. Sehingga menjadi sebuah sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat untuk saling bahu membahu dalam mencegah penyebaran Covid-19, di Teluk Bintuni, Papua Barat.