Bupati Manokwari Maksimalkan Potensi Destinasi Wisata Menjadi Lebih Modern
beritapapua.id - Bupati Manokwari, Hermus Indou saat melakukan kunjungan kerja ke Semarang. (Foto: aemo)

Bupati Manokwari, Hermus Indou mengakui Kabupaten Manokwari memiliki potensi dalam sumber daya alam yang cukup besar. Namun sumber daya alam harus bisa terkelola secara maksimal.

“Saya kira pengelolaan semua potensi SDA kita termasuk sektor pariwisata menjadi hal yang penting kita kelola ke depan. Kita pastikan pengelolaan destinasi kita harus jauh lebih modern, kompetitif, dan memiliki daya Tarik,” ujar Hermus Indou, Kamis (03/03/2022).

Menurut Bupati Manokwari sektor pariwisata menjadi bagian dari strategi pembangunan kemandirian ekonomi di daerah ini.

“Pengembangan wisata di Manokwari juga menjadi bagian dari strategi pembangunan kemandirian ekonomi dan kemandirian fiskal daerah,” kata Hermus.

Hermus menjelaskan bahwa daerah tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Namun ada beberapa hal yang masih terhalang salah satu faktor adalah soal fiskal yang saat ini masih bergantung pada pemerintah pusat.

“Keterbatasan fiskal ini membuat kita bergantung kepada pemerintah pusat dengan pendapatan konfensional, misalnya mengandalkan DAU, DAK dan lainnya,” ujarnya.

Bupati Manokwari mengakui bahwa potensi sumber daya alam yang cukup besar ini, belum dapat bisa dikekola secara maksimal. Sehingga belum mampu menghasilkan income bagi daerah untuk membangun kemandirian fiskal.

Mendorong Pengelolaan Seluruh Potensi Ekonomi di Kabupaten Manokwari

Hermus nenambahkan bahwa tugas pemerintah adalah untuk memastikan regulasi yang bisa menjamin pengelolaan seluruh potensi ekonomi di Manokwari. Setelah itu perlu memperkuat kelembagaan daerah yang mampu berkolaborasi dan bisa bekerjasama untuk mendorong pengelolaan seluruh potensi ekonomi di daerah ini.

Bupati Manokwari berupaya mendorong penguatan investasi di daerah ini, agar potensi ini bisa untuk ditawarkan kepada investor, baik di sektor pariwisata maupun pengembangan ekonomi hijau.

Baca Juga: Perkembangan Data Covid-19 di Indonesia, Kasus Omicron Meningkat

“Ekonomi hijau misalnya, kopi, kakao, dan lainnya begitupun disektor kelautan dan perikanan harus bisa kita dorong,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa sektor wisata kedepannya menjadi salah satu bagian penting untuk dikelola secara maksimal. Dengan begitu destinasi wisata di wilaya tersebut bisa jauh lebih modern, kompetitif dan mempunyai daya tarik.

“Kalau sudah punya daya tarik bagi wisatan, pada akhirnya berdampak terhadap UMKM, jasa restaurant, hotel dan lainnya semua mendapatkan manfaat dari pariwisata,” tutupnya.