Bupati Merauke Minta Para Jurnalis Untuk Berikan Berita Menyejukkan
beritapapua.id - Bupati Merauke, Romanus Mbaraka. (foto: Rmol)

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, meminta kepada para jurnalis di kabupaten di wilayah selatan Papua itu agar bisa memberitakan hal baik dan menyejukkan.

Permintaan ia sampaikan saat melakukan pertemuan bersama belasan jurnalis Merauke di Gedung Negara Merauke pada, Senin 8/11/2021) kemarin.

Pada pertemuan tersebut hadir juga Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Elyas Mite, serta Kabag Humas dan Protokoler Setda Merauke, Mike Walinaulik.

Pernyataan Bupati Mbaraka tersebut menyusul pernyataan seorang tokoh di Merauke yang beredar di media online di Merauke terkait wacana pembentukan Provinsi Papua Selatan (PPS). Nama PPS sebaiknya berganti menjadi Animha.

Pendapat tersebut pada akhirnya menimbulkan polemik. Untuk mengantisipasi polemik itu tidak makin melebar dan meruncing, Bupati Mbaraka mengambil langkah bertemu dengan para wartawan.

Ada sejumlah catatan Bupati Mbaraka berikan sebagai masukan kepada para jurnalis dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.

“Saya meminta kepada rekan-rekan jurnalis agar ketika melakukan wawancara terhadap tokoh-tokoh, harus selektif. Artinya, melihat kapasitas orang yang bicara,” pintanya.

Ia juga mengatakan jurnalis seharusnya bisa memilih narasumber yang berkompoten dan bisa memberikan kesejukan dalam komentarnya.

“Janganlah rekan-rekan menulis yang terlalu berlebihan. Lebih baik mengangkat yang baik dan ketika orang menyimak atau membaca merasa nyaman dan sejuk,” pintanya.

Memilih Narasumber Dengan Baik

Ia mengatakan, jurnalis juga bisa melihat narasumber secara baik terlebih dahulu sebelum memilih narasumber.

Misalnya ketika bersuara tentang Provinsi Papua Selatan (PPS), program MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) atau Perkebunan Pangan dan Energi Terpadu Merauke (PPETM), pelabuhan perikanan, dan lain-lain, perlu selektif dalam memilih narasumber.

Baca Juga: 10 Rekor Nasional Tercipta di Pertandingan Cabor Para-renang Peparnas XVI

Begitu juga dengan PPS, menurutnya pemberitaan yang diangkat juga harus sejuk. Jangan sampai membuat orang yang memiliki kewenangan tentang aturan, menjadi tersinggung. Ingat bahwa tahapan menghadirkan provinsi ini sedang berjalan sampai sekarang.

“Jadi hati-hatilah narasumber saat berbicara. Kita semua menginginkan agar semua terwujud dengan baik,” katanya.

Menurutnya seorang jurnalis, ketika mengekspos tulisan, secara tidak langsung memberikan opini kepada rakyat, selain sebagai bahan bacaan, juga referensi mereka.

“Harapan saya agar pemberitaan yang disajikan mengedepankan kaidah jurnalistik yang baik dan benar. Sehingga masyarakat ketika membaca tulisan, ikut merasa sejuk pula,” pintanya lagi.

Ia mengungkapkan bahwa banyak opini terus berkembang di lapangan sehubungan dengan perjuangan pemekaran PPS. Namun secara hirarki, semua orang harus menghargai kelembagaan di provinsi seperti Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua, hingga Kementerian Dalam Negeri.

Namun secara hirarki, semua orang harus menghargai kelembagaan di provinsi seperti Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua, hingga Kementerian Dalam Negeri.