Bupati Paniai : Pemekaran Daerah Otonom Baru Akan Terwujud
Bupati Paniai : Pemekaran Daerah Otonom Baru Akan Terwujud

Bupati Kabupaten Paniai, Papua, Meki Nawipa mengatakan, Pemekaran daerah otonom baru (DOB) provinsi Papua Tengah yang tengah dirancang pemerintah pusat pasti akan terwujud.

“Apapun ceritanya (provinsi) Papua Tengah itu pasti akan jadi [dimekarkan],” jelas Nawipa saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan pejabat eselon II, Jumat (19/3/2021) lalu di ruang aula kantor Bupati Paniai.

Mengingat itu, dalam perebutan jabatan agar nantinya tak kalah saing dengan ASN asal daerah (kabupaten dan provinsi) lain. Ia meminta seluruh anak buahnya (ASN Paniai) dapat mempersiapkan diri sejak dini secara mapan dengan melengkapi segala persyaratan sesuai ketentuan yang sudah Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) anjurkan.

“Pokoknya, semua syarat penunjang harus sudah mulai lengkapi. Utama itu sertifikat PIM II, III, IV. Yang belum punya harus miliki. Ini juga untuk persiapan kalian nanti menuju provinsi Papua Tengah dapat jabatan,” ujarnya.

Ia mengatakan agar semua ASN memiliki sertifikat tersebut, dan ia akan membuat pelatihan dalam waktu dekat.

“Dan di tahun (2022) depan kami akan buat supaya orang Paniai bisa sekolah S2 di IPDN, 20 orang bahkan lebih,” ujarnya.

Bupati Berharap Orang Paniai Dapat Bersaing Keluar Daerah Lain

Upaya-upaya itu bertujuan agar Orang Paniai dapat bersaing keluar ke daerah lain, juga nantinya di provinsi Papua Tengah. Karena, menurutnya, tak elok kwalitas orang Paniai baku rebut jabatan jagonya hanya dalam kandang.

Baca Juga : Tim PON Juarai Waena Cup!! Awal Baik Untuk Tim PON Papua

“Kita jangan bersaing di Paniai kecil ini saja, Papua ini luas. Kita harus bisa kemana-mana bersaing ke daerah tetangga maupun jauh,” tegasnya.

Bupati juga pada kesempatan tersebut, menyinggung soal tambang emas Wabu. Kata Bupati, Wabu bagian dari wilayah Paniai. Kwalitas sorang Paniai harus benar-benar siap.

“Kemudian kita (wilayah Paniai) sudah masuk di Gresberg (PT. FI Timika). Kita sudah bagian dari 17.500 hektar. Artinya apa? Kita bisa bersaing dimana-mana ke depan, tidak hanya dijabatan birokrasi. Paniai juga 10 tahun ke depan akan jadi kota sentral bisnis,” bebernya.

Menanggapi ucapan bupati Paniai, Eki Yunus Gobai, Tokoh Pemuda Paniai, menyayangkan sangat mengingat wacana pemekaran DOB provinsi Papua Tengah sedang mendapat tolakan keras dari seluruh kalangan masyarakat Meepago.

“Bupati bicara begitu depan banyak orang, maksudnya apa? tidak tahu kah, semua masyarakat Meepago lagi tolak itu. Bupati memang sudah tidak sama sekali hargai aspirasi masyarakat Meepago,” ucapnya, kemarin (24/3/2021) di Enarotali.

Menurutnya, Bupati tak hanya tidak menghargai tetapi juga telah ikut membunuh masa depan rakyat Papua di Meepago dan pada umumnya orang Papua di seantero tanah Papua.

“Pemekaran supaya orang Papua khususnya orang Paniai banyak dapat jabatan yang bupati bilang, jangan bupati tipu diri. Buktinya di Paniai saja, jabatan-jabatan penting Bupati kasih orang pendatang. Itu kah yang bupati mau supaya di Papua Tengah juga orang pendatang kuasai dan orang Papua terpinggir diatas tanahnya sendiri?,” tekannya.

Bupati sebagai orang apa, tegas Gobai, harus introspeksi diri. Jangan karena bupati, bertindak sepihak dan semau meloloskan kepentingan Jakarta.

“Bupati sekarang harus ikut pejabat Papua lain yang lagi mati-matian dukung aspirasi masyarakat tolak pemekaran. Jangan karena bupati mau bertindak seenak,” tukasnya.