Bupati Teluk Bintuni Perpanjang WFH dan Batasi Akses Masuk
beritapapua.id - Bupati Teluk Bintuni Perpanjang WFH dan Batasi Akses Masuk

Bupati Teluk Bintuni Perpanjang WFH dan Batasi Akses Masuk – Akibat pandemi virus corona covid-19 yang tak kunjung selesai, Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiwi MT memperpanjang masa kerja dari rumah Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPAN-RB).

Perpanjangan masa kerja dari rumah bagi ASN ini diperpanjang hingga 21 April 2020. Bupati Teluk Bintuni menegaskan perihal etika kerja ASN dengan adanya perpanjangan masa kerja dari rumah, bukan sebagai masa liburan. Pelayanan publik yang menjadi kewajiban harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Untuk itu, Edaran Menteri APN-RB akan kita patuhi dan akan memperpanjang surat edaran Bupati. Kondisi ini kan belum stabil sehingga akan mengkaji ulang surat edaran tersebut. Namun, bagi ASN tetap bekerja dari rumah, bukan berlibur atau istirahat total, tetapi bekerja dirumah,” Kata Bupati pada Selasa (31/3) malam.

Keputusan mengenai perpanjangan masa kerja dari rumah ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 34 Tahun 2020 tentang perubahan atas surat edaran Menteri PAN-RB Nomor 19 tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Penyebaran virus corona menjadi bencana skala nasional. Bencana ini telah ditetapkan sebagai masa tanggap darurat akibat virus corona covid-19 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sampai sekarang belum terbaca titik puncak eskalasi penyebarannya.

Metoda penyebaran yang begitu gampang dan masif mengakibatkan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Langkah tersebut pun disesuaikan dengan pemetaan estimasi penyebaran virus itu sendiri.

Baca Juga: IJTI Papua Barat,”Tidak Ada Lagi Jumpa Pers Tatap Muka”

Upaya-upaya Lainnya untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

Pengadaan alat kesehatan (Alkes), Alat Pengamanan Diri (APD) serta upaya sosialisasi, dilakukan oleh pemerintah kabupaten bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 beserta dinas yang terkait, secara berkala.

Pembatasan operasional Pasar Sentral Bintuni dan menunda segala kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa dilakukan oleh Bupati. Bupati Teluk Bintuni telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati yang membatasi arus barang dan orang, baik dari darat, laut dan udara.

“Yang tidak ber-KTP Bintuni dilarang masuk Bintuni, kecuali petugas pemerintah atau satgas dalam melakukan koordinasi terkait penanganan dan pencegahan virus Corona,” kata Petrus pada kesempatan yang sama.

Upaya pembatasan ini merupakan peningkatan dari tindakan pemerintah kabupaten sebelumnya yang memeriksa kesehatan atau screening secara ketat atas segala lalu lintas akses masuk Teluk Bintuni baik dari darat, laut dan udara, sebagai upaya awal pencegahan virus corona covid-19 di Kabupaten Teluk Bintuni.