Bupati Teluk Wondama Turun ke Jalan Untuk Bagikan Masker Gratis
beritapapua.id - Hendrik Syake Mambor (kiri) dan Andarias Kayukatui (kanan)

Bupati Teluk Wondama, Papua Barat, Hendrik Mambor bersama jajaran Forkopimda dan Satgas Penanganan Covid-19 turun lapangan membagikan masker gratis kepada masyarakat.

Ini juga menjadi langkah Bupati Teluk Wondama untuk bisa mengedukasi masyarakat agar dapat menerapakan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Bupati Teluk Wondama, Hendrik Mambor di Wasior, Minggu (15/08/21) mengatakan bahwa pembagian masker tersebut juga dalam rangka menyambut HUT RI ke-76. Serta mengingatkan warga untuk tetap menjalankan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Saat membagian masker, Mambor mengatakan penggunaan masker saat pandemi seperti saat ini sangatlah penting. Karena memang banyak masyarakat yang belum patuh dan masih tidak mau menggunakan masker.

Karena menurutnya dengan masyarakat mau menggunakan masker merupakan salah satu upaya dalam menghambat laju penularan virus corona di Kabupaten Teluk Wondama.

Baca Juga : Pertamina Bangun Pertashop di 16 titik Wilayah Papua Barat

Ia juga mengatakan bahwa kasus Covid-19 yang ada di wilayah Kabupaten Teluk Wondama saat ini masih tinggi. Karenanya ia berharap semua pihak dan elemen masyarakat dapat berkerja sama dalam melawan virus Corona tersebut. Dan cara terbaik saat ini adalah dengan tetap patuh dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita berharap semua masyarakat sama-sama kita saling menjaga. Menjaga diri kita menjaga keluarga kita, jaga lingkungan kita terhadap berkembangnya wabah Covid-19,”ujar Mambor.

Tingkat Kematian di Kabupaten Teluk Wondama Tinggi

Bupati Teluk Wondama menyampaikan bahwa pada periode Juni sampai Juli 2021, tingkat kematian akibat Covid-19 di Wondama cukup tinggi. Hal tersebut bisa terlihat dari jumlah pasien yang meninggal akibat paparan Covid-19 sedikitnya ada 12 orang pada periode tersebut.

Hal itu hendaknya memberi peringatan kepada semua orang di Wondama untuk tidak lagi memandang remeh apalagi tidak percaya terhadap COVID-19.

Bulan Juni ke Juli kasus kematian tinggi. Ini jadi pelajaran bagi kita bersama-sama untuk saling menjaga, tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Ibu bapak sekalian silahkan beraktivitas di pasar berjualan tapi harus tetap pakai masker, tetap jaga jarak mudah-mudahan cuci tangan dan lainnya juga bisa supaya kita menjaga Wondama kita bisa mundur lagi dari level 3 ke level 2,” tambah dia.