Bupati Yahukimo Minta Pelaku Kembalikan Senjata Rampasan Dari TNI
beritapapua.id - persiapan pelepasan jenazah almarhum praka alif nur angkotasan dan prada ardi yudi di pos yonof raider 432 kostrad dekai yahukimo (foto : jubi)

Baru-baru ini terjadi penyerangan dan pengeroyokan terhadapa 2 prajurit TNI oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Hal ini membuat Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dengan tegas meminta untuk para pelaku yang telah merampas senjata tersebut untuk mengembalikannya.

Upaya yang akan Yahuli tempuh untuk mendapatkan kembali senjata yang para pelaku rampas adalah dengan mengumpulkan para tokoh agama dan lakukan pendekatan terhadap para pelaku agar mau mengembalikan senjata hasil rampasan mereka.

Namun jika upaya itu gagal Bupati Yahukimo meminta aparat TNI-Polri untuk mengejar dan melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut.

”Kita akan dorong aparat TNI-Polri untuk mengungkap pelaku penganiyaan. Kemudian mengejar, menangkap dan mengadili pelaku supaya kejadian ini tidak terulang kembali,” tegasnya.

Ia juga mengutuk keras tindakan penganiyaan yang terjadi kepada 2 prajurit TNI yang pelakunya adalah OTK pada Selasa kemarin.

Karena terjadi kejadian tersebut, Bupati Yahukimo juga akan melakukan evaluasi keamanan secara menyeluruh dan akan membuat sejumlah aturan yang mengikat. Hal ini agar tidak ada kejadian yang sama dan serupa terulang kembali. Menurutnya, dalam dua tahun ini sarana dan prasarana keamanan akan terus meningkat.

Baca Juga : Satbrimob Papua Tegaskan Menjaga Keselamatan Victor Yeimo

Yahuli yang baru saja menjabat sebagai Bupati ini mengatakan bahwa, kejadi tersebut adalah merupakan ujian terberat saat awal kepemimpinannya sekarang ini. Namun selain itu ia tetap menjadi kejadian tersebut sebagai pelajaran dan tetap melaksanakan tugas yang ada.

“Tetapi dengan adanya kejadian ini kita terus semangat melakukan tugas-tugas yang diembankan kepada masing-masing orang. ,” ujar Yahuli.

Bupati Yahukimo : Masyrakat Harus Tetap Tenang dan Tidak Panik

Selain itu ia juga berharap bahwa masyarakat Yahukimo tetang tenang dan tidak panik. Hal ini tetap bisa membuat kondisi bisa kondusif dan aman.

Sementara itu, Kepolisian dan TNI akan mengejar pelaku yang melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya dua orang prajurit terbaik TNI dari Yonif Para Raider 432 Kostrad Pos Dekai, pada 18 Mei 2021, di sekitaran Sungai Brasa Yahukimo, Papua.

Menurut Kapolres Yahukimo, AKBP Deni Herdiana, yang akan TNI/Polri lakukan adalah melakukan pengejaran dan penyisiran terhadap terduga pelaku yang menewaskan kedua Prajurit yakni Anumerta Praka Alif Nur Ayngkotasan dan Anumerta Prada Ardi Yudi.