Burung Cenderawasih
Burung Cenderawasih, Burung Surga Tanah Papua

Dihutan yang berlokasi di Miyah dan Sausapor Kabupaten Tambrauw Papua Barat, belasan jenis Burung Cenderawasih dapat disaksikan dengan mata telanjang. Setiap pagi dan sore, burung-burung Cenderawasih melantunkan nyanyian memenuhi langit Miyah dan Sausapor.

Penduduk lokal mengatakan Cenderawasih adalah burung yang sangat sensitif dan sangat peka terhadap penglihatan. Ia bisa melihat gerak-gerik manusia dari ketinggian titiknya terbang atau bertengger.

Untuk melihat burung cantik nan menawan ini memerlukan persiapan fisik dan mental yang kuat, bangun di pagi buta, menggunakan pakaian berwarna gelap, menjaga suara, bersembunyi di balik pepohonan yang rindang serta yang terakhir dan paling menarik adalah tidak perlu mandi apalagi menggunakan wewangian. Nah, bagi Anda yang jarang mandi sudah dapat dipastikan akan lebih mudah menjumpai Burung Surga Tanah Papua kebanggaan Indonesia, Burung Cendrawasih.

Burung Cenderawasih yang paling terkenal adalah Cenderawasih kuning-besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya.

Inilah asal mula nama bird of paradise (‘burung surga’ oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda yang berarti ‘tak berkaki’. Cukup beralasan apabila burung cenderawasih disebut-sebut sebagai bird of paradise. Bagaimana tidak, burung yang menjadi maskot Papua ini memang memiliki keindahan dengan warna bulu yang indah. Karena kemolekan warnanya itulah maka, burung cenderawasih disebut sebagai burung dari surga atau bird of paradise.

Baca juga: Legenda Suanggi, Hantu Ilmu Hitam Yang Paling Ditakuti di Tanah Papua

Burung Cenderawasih

Burung cendrawasih yang berbulu indah ini biasanya adalah pejantan. Bulu indah tersebut menjadi modal cenderawasih jantan untuk menarik perhatian betina pada musim kawin. Selain memamerkan keindahan bulu mereka, cenderawasih jantan bahkan melakukan gerakan-gerakan atraktif serupa tarian yang dinamis dan indah untuk merebut perhatian betina. Tiap jenis cenderawasih memiliki jenis tarian dan atraksi yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Cenderawasih betina cenderung berukuran lebih kecil dengan warna bulu yang tidak seindah dan sesemarak warna cenderawasih jantan. Warna bulu cenderawasih yang mencolok biasanya merupakan kombinasi beberapa warna yang lain seperti hitam, cokelat, oranye, kuning, putih, biru, merah, hijau, dan ungu. Burung ini semakin molek dengan keberadaan bulu memanjang dan unik yang tumbuh dari paruh, sayap, atau kepalanya. Warna yang dimiliki burung surga ini bermacam-macam dan menjadi salah satu indikator pengelompokan jenis mereka. Burung cendrawasih dikelompokkan dalam famili Paradisaeidae yang terdiri dari 13 genus dan sekira 43 spesies (jenis).

Burung surga tanah Papua ini cukup kuat untuk menjadikan salah satu pilihan destinasi liburan Anda menikmati Pesona Papua Indonesia.