Burung Kasuari, masuk spesies burung paling berbahaya
beritapapua.id - Burung Kasuari, masuk spesies burung paling berbahaya - initu

Burung Kasuari yang berasal dari Papua, dikenal dengan sebutan sebagai burung paling berbahaya di Dunia. Burung kasuari termasuk dalam jenis burung yang berukuran besar, yaitu mempunyai tinggi hingga dua meter saat berdiri dengan berat hingga 60 kilogram. Dengan warna eksotis dan tubuh setinggi orang dewasa, burung kasuari pantas disebut dinosaurus modern. Tak hanya raksasa, burung ini juga dicap sebagai burung paling berbahaya di dunia dengan cakar tajam dan tendangan kuatnya.

Burung kasuari memiliki tiga spesies, antara lain Kasuari Gelambir-ganda atau Kasuari Selatan (Southern Cassowary), Kasuari Gelambir-tunggal atau Kasuari Utara (Northern Cassowary), dan Kasuari Kerdil. Kasuari Kerdil merupakan salah satu hewan endemik Indonesia, dapat ditemukan di hutan-hutan papua. Kasuari memiliki warna yang begitu eksotis. Bulu tebalnya berwarna hitam dan memiliki tekstur kesat sekaligus kasar. Di baliknya terdapat kulit berwarna biru terang yang sama seperti pada leher dan kepalanya. Warna merah pola pada tengkuk sama dengan gelambirnya.

Burung kasuari memang tidak memiliki bisa mematikan, maupun taring yang tajam. Namun kasuari dianggap sebagai burung yang paling berbahaya di dunia, sebab di dua kaki yang dimiliki burung berukuran besar terdapat otot yang kuat dengan cakar yang panjang mencapai 12 cm.

Baca Juga: Daun Bungkus Herbal Asal Papua, Menambah Kejantanan Pria

Perlindungan Diri ala Burung Kasuari

Saat burung kasuari merasa terancam, maka ia akan menyerang musuhnya dengan cara melompat dan melukai musuhnya dengan cakar tajam yang dimilikinya. Akibatnya hasil serangan oleh cakar kasuari akan menyebabkan luka pada organ dalam yang mengakibatkan pendarahan. Selain menyerang dengan cakar kasuari juga merupakan pelari yang sangat cepat, dengan kecepatan mencapai 40 kilometer per jam. Kasuari juga bisa melompat hingga setinggi 1,5 meter jika merasa timbul ancaman bagi dirinya. Berbagai hal tadilah yang menyebabkan burung kasuari menjadi burung yang paling berbahaya di dunia, baik untuk manusia maupun hewan lainnya.

Meskipun kasuari merupakan burung yang paling berbahaya di dunia, tidak berarti ia akan menyerang menusia atau hewan begitu saja. Kasuari justru merupakan hewan yang tidak suka mencari masalah dan lebih memilih untuk menghindari konflik. Sama seperti hewan lainnya, kasuari hanya akan menyerang jika dirinya merasa terancam. Sifat agresif burung kasuari akan meningkat saat mereka mencoba melindungi anak-anak atau dirinya saat menghadapi ancaman seperti habitatnya yang dirusak. Pertahanan diri yang dilakukan oleh kasuari adalah dengan melakukan lompatan ke arah musuhnya dan menyerang musuh dengan menggunakan cakarnya yang besar.

Sayangnya, kini Kasuari memiliki status konservasi rentan dan terancam punah. Menurunnya populasi Kasuari sebagian besar diakibatkan oleh hilangnya habitat asli. Kini habitat mereka tinggal 20-25% dari porsi habitat awal. Kondisi burung Kasuari sudah mulai menyusut, disinyalor karena maraknya perburuan liar. Kebiasaan berburu burung Kasuari memang sudah menjadi tradisi bagi Masyarakat Nduga, untuk dimanfaatnya sebagai bahan konsumsi ataupun hiasan dan aksesoris hingga untuk perkakas rumah tangga sampai senjata tajam. Seiring dengan makin menyusutnya habitat dan populasi burung kasuari, perlu ada penanganan-penanganan yang optimal untuk mempertahankan atau bahkan membudidaya burung kasuari ini.