Butuh Payung Hukum Untuk Lindungi Benda dan Situs Budaya Papua
Tampak depan Museum Noken di Ekspo Waena, Kota Jayapura (foto : jubi.co.id)

Butuh Payung Hukum Untuk Lindungi Benda dan Situs Budaya Papua – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Soleman Soendemi mengatakan pemerintah daerah harus mempunyai program dan peraturan daerah tentang perlindungan benda dan situs budaya Papua.

Soendemi menyatakan kapasitas museum di Papua untuk melindungi benda dan situs budaya Papua terbatas. Menurutnya, upaya untuk melindungi situs budaya Papua harus melibatkan pemangku kepentingan yang lain.

“Dalam proses perawatan, museum di Papua sangat terbatas, sehingga upaya itu tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak. Dibutuhkan regulasi dan juga kerja sama dari pemerintah daerah untuk melindungi benda dan situs budaya di daerahnya masing-masing,” kata Soendemi.

Benda dan Situs Warisan Budaya Tidak Terawat

Ia menyatakan ketertarikan pemerintah untuk menjaga situs warisan budaya nenek moyang sangat kurang. Akibatnya, sejumlah benda warisan budaya di Papua tidak terawat, atau bahkan hilang.

Baca Juga : Putra Asli Papua Ini Berhasil Kantongi Linsensi Pilot di Selandia Baru

“Kita punya museum ada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, di Kabupaten Asmat, Kabupaten Merauke, dan ada di Dok V. Jika ada peraturan daerah yang mengatur soal perlindungan benda dan situs budaya, unit-unit museum itu harus dibiayai untuk menjaga dan merawat benda budaya bagi generasi yang akan datang,” katanya.

Soendemi mengatakan Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah kabupaten/kota harus serius melindungi situs warisan budaya di Papua. “Kami nilai kurang ada keterlibatan pemerintah untuk turun langsung melindungi warisan budaya nenek moyang dan memberikan edukasi tentang budaya dan seni kepada masyarakat Papua, khususnya generasi milenia saat ini,” katanya.

Ia berharap upaya perlindungan situs budaya Papua harus menjadi kesadaran bersama masyarakat di Papua. Apalagi, budaya merupakan bagian dari identitas dan jadi diri masyarakat di Papua. “Mari kita jaga bersama warisan nenek yang kita yang bisa kita bagikan kepada anak cucu, lewat pendidikan,” katanya.

Perupa Papua, Elya Alexander Tebay juga mengatakan perlindungan terhadap warisan budaya Papua sangat penting. “Apabila tidak dilindungi, aset budaya warisan leluhur orang Papua itu akan menghilang begitu saja. Warisan budaya yang sudah ada di museum itu wajib dijaga dan dikelola oleh pemerintah,” katanya.