Cadangan Minyak Goreng di Papua Barat Aman Hingga Hari Raya Paskah dan Bulan Ramadhan
beritapapua.id - Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Istimewa)

Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan cadangan minyak goreng di 13 kabupaten dan kota tetap terjaga. Cadangan minyak goreng di 13 kabupaten tersebut akan cukup hingga hari raya Paskah dan bulan suci Ramadan 2022.

Hal ini ia ungkapkan setelah meninjau cadangan minyak goreng di sejumlah distributor hingga pengecer di pusat-pusat perbelanjaan di Manokwari, Jumat (18/3/2022).

“Kelangkaan minyak goreng di sejumlah daerah tidak terlalu berdampak di Papua Barat, karena terus terpantau oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di masing-masing daerah,” ujarnya.

Dia mengatakan, bahwa Pemerintah provinsi Papua Barat bersama TIPD telah mengkonfirmasi kiriman tambahan cadangan dari dua produsen minyak goreng di Jakarta dan Surabaya ke Papua Barat.

“Masyarakat tak perlu khawatir, karena stok minyak goreng di Papua Barat masih aman, harga perliter masih normal. Dan ada kiriman tambahan lagi dari dua produsen yaitu PT. Wilmar dan PT. Sinar Mas untuk tambahan cadangan jelang hari raya Paskah dan Puasa Ramadhan 2022,” kata Gubernur.

Melakukan Pengawasan Secara Intens

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing mengatakan bahwa seluruh Polres jajaran akan terus melakukan pengawasan secara intens. Hal ini sesuai dengan arahan Gubernur agar mencegah terjadinya penimbunan.

“Seluruh Polres jajaran Polda Papua Barat turut mengawasi distribusi hingga penjualan minyak goreng agar tidak terjadi penimbunan yang berdampak pada kelangkaan,” ujar Sihombing.

Baca Juga: 548 Guru Honorer di Kabupaten Manokwari Belum Menerima Gaji

Kapolda juga berterima kasih kepada masyarakat Papua Barat karena tidak terpengaruh dengan informasi kelangkaan minyak goreng di luar Papua Barat. Dengan masyarakat tetap tenang tidak membuat adanya kepanikan untuk membeli lebih atau panic buying.

“Sejauh pengawasan kami, masyarakat Papua Barat tidak panic buying, karena distributor hingga pengecer minyak goreng juga konsisten dengan harga normal,” ujar Kapolda Papua Barat.

Ia juga menambahkan jika masyarakat menemukan praktik penimbunan atau ada penjual

yang menaikan harga minyak diatas normal untuk segera melaporkannya.
“Selain penimbunan, masyarakat juga bisa melapor bila menemukan penjual minyak goreng nakal yang menaikkan harga secara sepihak,” tambahnya Sihombing.