Cara Terapkan Hidup Sehat
Cara Terapkan Hidup Sehat, Perhatikan Pola Tidur Saat Pandemi

Cara Terapkan Hidup Sehat, Perhatikan Pola Tidur Saat Pandemi – Pandemi mampu merubah kebiasaan hidup seseorang. Baik ketika harus menetap di rumah, maupun ketika sudah beraktivitas. Salah satu dampak pandemi pada kebiasaan manusia adalah mengenai pola tidur mereka.

Tahukah Anda? Pandemi dapat memengaruhi pola tidur seseorang. Pertama, ketika orang sering di rumah, maka lebih banyak istirahat. Akhirnya, mereka susah tidur. Kedua, rasa cemas dan takut akan corona membuat orang lebih sulit tidur.

Ketiga, yang paling rentan adalah mereka yang bekerja. Menurut sebuah penelitian, mereka yang bekerja saat pandemi memiliki tingkat stress lebih tinggi. Selain harus menghadapi tantangan pekerjaan, rasa cemas tertular corona juga menekan mereka.

Lantas, hal ini menjadi persoalan. Suka atau tidak suka, kita perlu memerhatikan pola tidur kita. Melansir dari Sleep Foundation, tidur adalah proses biologis yang mampu memengaruhi fisik dan mental.

Baik terlalu sering tidur ataupun kurang tidur, keduanya sama buruknya. Kebiasaan baru hidup dalam masa pandemi telah merubah kebiasaan orang. Direktur Program Penelitian Tidur dan Kesehatan di University of Arizona, Michael Grandner, mengungkapkan demikian.

“Orang-orang menemukan ritme baru dalam hidupnya dan terkadang hal itu membuat mereka sulit tidur,” ungkap Michael, mengutip dari Insider.

Percaya atau tidak, ada sebagian orang yang pola tidurnya mulai berubah lantaran pandemi.

Mengapa Menjaga Pola Tidur Penting dalam Hidup Sehat?

Baca juga: Mobil Mewah Jakarta Jadi Taksi di Pedalaman Papua

Ada 2 hal utama yang menjelaskan mengapa menjaga pola tidur menjadi penting. Biasanya. Orang yang pola tidurnya berantakan kesulitan untuk tidur pada malam hari. Akhirnya, ini bisa berdampak kepada kesehatan fisik dan mental.

Pertama, menurut situs Healthline, tidur mampu menguatkan sel kekebalan tubuh. Artinya, tidur yang cukup dan berkualitas dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Salah satu sel yang terpengaruh oleh tidur nyenyak adalah sel T.

Sel ini berfungsi untuk melawan sel yang telah terinfeksi virus. Dengan demikian, menjaga pola tidur mampu mengurangi risiko terkena corona.

Kedua, menjaga kesehatan mental. Menurut laman Better Health, kurang tidur membuat kita cepat marah dan tersinggung. Akhirnya, tak jarang kita lebih rentan dengan tekanan stress dan hal yang membuat kita cemas.

Memiliki tidur yang berkualitas mampu memperbaiki emosi kita. Tidur mampu menghilangkan emosi negatif dan menggantikannya dengan emosi positif.

Dengan demikian, tidur adalah hal yang penting. Lantas, bagaimana waktu tidur yang baik? Bagi orang dewasa waktu tidur yang baik berkisar antara 7-9 jam sehari. Sedangkan remaja 14-17 tahun membutuhkan 8-10 jam/hari. Selanjutnya, anak usia 6-13 tahun memerlukan 9-11 jam/hari, dan balita usia 3-5 tahun 10-13 jam/hari.