Catatan Sejarah Papua
Beritapapua.id - Papua Dalam Catatan Masa Lalu Nusantara

Catatan Sejarah Papua Dalam Masa Lalu Nusantara – Papua merupakan wilayah Indonesia yang paling timur. Pulau ini sangat berbeda dengan Indonesia bagian barat maupun tengah. Ada beberapa catatan masa lalu yang mengatakan Papua merupakan bagian dari sejarah nusantara.

Catatan Sejarah Papua

Dalam catatan yang tertulis di dalam kitab Nagarakertagama, pulau timur ini juga termasuk kedalam wilayah kerajaan Majapahit (1293–1520). Selain itu masuknya Papua kedalam wilayah kekuasaan Majapahit juga tercantum di dalam kitab Prapanca yang disusun pada tahun 1365. Walaupun terdapat kontroversi seputar catatan sejarah tersebut, hal itu menegaskan bahwa Papua adalah sebagai bagian yang tidak terlepas dari jaringan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara yang berada di bawah kontrol kekuasaan kerajaan Majapahit.

Baca juga: Teluk Cenderawasih, Taman Nasional Perairan Terbesar

Selama berabad-abad dalam paruh pertama milenium kedua, telah terjalin hubungan yang intensif antara Papua dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Hubungan tersebut bukan hanya sekadar kontak perdagangan yang bersifat sporadis. Antara penduduk pulau ini dengan orang-orang yang berasal dari pulau-pulau terdekat.

Selama kurun waktu tersebut, orang-orang dari pulau terdekat yang kemudian datang dan menjadi bagian dari Indonesia yang modern, menyatukan berbagai keragaman yang terserak di dalam kawasan Papua. Hal ini tentunya membutuhkan interaksi yang cukup intens dan waktu yang tidak sebentar agar para penduduk di Papua bisa belajar bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar, apalagi mengingat keanekaragaman bahasa yang mereka miliki. Pada tahun 1963, dari sekitar 700.000 populasi penduduk yang ada, 500.000 di antara mereka berbicara dalam 200 macam bahasa yang berbeda dan tidak dipahami antara satu dengan yang lainnya.

Ragam Bahasa

Beragamnya bahasa di antara sedikitnya populasi penduduk tersebut. Diakibatkan oleh terbentuknya kelompok-kelompok yang diisolasi oleh perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya selama berabad-abad. Karena kepadatan hutan dan juga jurang yang curam yang sulit untuk dilalui yang memisahkan mereka. Oleh karena itu, sekarang ini ada 234 bahasa pengantar di Papua, dua dari bahasa kedua tanpa pembicara asli. Banyak dari bahasa ini hanya digunakan oleh 50 penutur atau kurang. Beberapa golongan kecil sudah punah. Seperti Tandia, yang hanya digunakan oleh dua pembicara dan Mapia yang hanya digunakan oleh satu pembicara.