Tekan Covid-19, Pemkot Jayapura Memberlakukan PPKM
beritapapua.id - Wali Kota Jayapura, Papua, Benhur Tomi Mano. (foto : antara)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Pembatasan aktivitas ekonomi dan masyarakat dari pukul 6 pagi sampai pukul 8 malam,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (1/7/2021).

Tomi Mano mengatakan, pembatasan aktivitas tersebut berlaku karena angka harian paparan Covid-19 di ibukota Provinsi Papua terus melonjak. Kenaikan itu terus melonjak hingga akhir bulan Juni 2021. Bila sebelumnya yang terpapar per hari sebanyak 6 orang, melonjak hingga lebih dari 20 kasus.

“Sebelumnya kami memberlakukan aktivitas ekonomi dan masyarakat dari pukul 6 pagi sampai pukul 11 malam. Namun, angka Covid-19 terus bertambah,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura minta seluruh warga di kota yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini itu untuk mematuhi peraturan yang berlaku supaya mempercepat memutus penyebaran Covid-19.

“Mari bersama-sama melawan Covid-19 ini. Bantu pemerintah dan Satgas Covid-19 supaya Kota Jayapura tidak berada dalam zona merah,” ujar Tomi Mano.

Untuk Tertibkan Warga Tim Satgas Covid-19 Terus Patroli

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura akan melakukan patroli. Hal ini adalah upaya agar bisa menertibkan warga untuk patuh dan taat pada peraturan yang berlaku.

Baca Juga : Pemkab Jayawijaya Bakal Buka Kembali Posko di Bandara Sentani

“Saya minta warga tidak berkeliaran di atas pukul 8 malam, di rumah saja, kecuali ada kepentingan yang mendesak, seperti orang sakit, ibu hamil, dan lain-lain,” ujar Rustan.

Rustan mengatakan tim Satgas Covid-19 akan melakukan penegakan hukum dengan memberikan sanksi kepada warga yang melanggar. Sanksi tersebut akan sesuai dengan Perda Kota Jayapura Nomor 3 Tahun 2020 kepada warga yang melanggar kebijakan PPKM darurat tersebut.

“Di tempat-tempat umum, wisata, hiburan, mall, supermarket, yang tidak mengikuti protokol kesehatan kami berikan sanksi. Seperti tempat hiburan malam dan wisata, bila tidak patuh maka izin usahanya langsung kami cabut dan menjatuhkan hukuman penjara satu malam di lembaga pemasyarakat,” ujar Rustan.

Rustan minta warga disiplin protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjauhi kerumunan, dan menjaga kesehatan agar tidak mudah terpapar Covid-19.