Cegah Penyebaran Covid-19, Walkot Jayapura Minta Masyarakat Kampung Tidak Datang ke Kota
beritapapua.id - Ilustrasi penyekatan di Kota Jayapura. (Dok. Humas Polresta Jayapura)

Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano meminta agar masyarakat kampung untuk sementara bepergian maupun beraktifitas ke kota. Hal ini guna untuk menghindarkan masyarakat dari paparan Covid-19.

“Sebanyak 14 kampung di Kota Jayapura saat masih berada di zona hijau. Artinya, tidak ada masyarakat kampung yang terinfeksi virus ini,” ujar Tomi Mano di Kantor Walikota Jayapura, Rabu (2/2/2022).

Tomi Mano menjelaskan penyebaran Covid-19 di kota berlangsung begitu cepat. Hanya dalam waktu satu minggu sudah ada 110 orang yang terpapar. Penambahan kasus baru rata-rata di atas 10 orang setiap hari.

“Untuk itu saya minta masyarakat kampung tunda dulu keinginan untuk ke kota agar tidak terpapar Covid-19 sehingga tidak menyebarkan lagi kepada warga lainnya di kampung. Mari saling menjaga dari Covid-19 untuk memutus penyebarannya,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano minta, meski 14 kampung di ibukota Provinsi Papua itu masih berada di zona hijau Covid-19, warga tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

“Saya juga berharap semua masyarakat kampung sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 sehingga menguatkan imun tubuh agar tidak mudah sakit, salah satunya tidak terpapar Covid-19,” ujar Tomi Mano.

Memberikan Edukasi dan Sosialisasi

Tomi Mano menambahkan agar masyarakat kampung saling memberikan edukasi dan sosialisasi dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Dengan begitu kampung-kampung di Provinsi Papua tetap berada di zona hijau.

“Mari kita satu hati melawan pandemi Covid-19 ini. Ko (kamu) jaga sa (saya), sa jaga ko. Mari kita saling menjaga demi kebaikan dan kesehatan kita semua sehingga Kota Jayapura kembali berada di zona hijau,” ujar Tomi Mano.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, kumulatif positif Covid-19 sebanyak 13.092 orang sejak kasus pertama dilaporkan pada Maret 2020. Warga yang sembuh sebanyak 12.712 orang, meninggal 270 orang, dan saat ini sedang dalam perawatan ada 110 orang.

“Ini harus patut kita waspadai dan tetap disiplin protokol kesehatan, karena penyebaran Covid-19 sangat cepat. Saya harap warga tetap mematuhi protokol kesehatan supaya kita semua sama-sama sehat dan terlindungi dari paparan Covid-19,” ujar Antari.

Lima Keluruhan Berada di Zona Hijau

Antari menambahkan, dari 25 kelurahan di ibukota Provinsi Papua tersebut, hanya lima yang zona hijau, yaitu Kelurahan Angkasapura, Kelurahan Abe Pantai, Kelurahan Yobe, Kelurahan Kota Baru, dan Kelurahan Yabansai.

Dua kelurahan berada di zona orange, yaitu Kelurahan Bhayangkara dan Kelurahan Gurabesi. Sementara satu kelurahan berada di zona merah, yaitu Kelurahan Tanjung Ria. Kelurahan yang berada di zona kuning Covid-19, yaitu Kelurahan Trikora, Kelurahan Imbi, Kelurahan Mandala, Kelurahan Numbay, Kelurahan Argapura, Kelurahan Ardipura.

Baca Juga: Tomi Mano: Program Pramuka Kota Jayapura Harus Nyata!

Selain itu, Kelurahan Hamadi, Kelurahan Entrop, Kelurahan Wahno, Kelurahan Vim, Kelurahan Asano, Kelurahan Awiyo, yang sebelumnya pada 12 Desember 2021 sebanyak 25 kelurahan ini dinyatakan berada di zona hijau Covid-19.

“Tiga distrik sudah berada di zona merah, yaitu Distrik Jayapura Utara, Distrik Jayapura Selatan, Distrik Abepura. Sedangkan distrik yang berada di zona kuning, yaitu Distrik Muara Tami, dan Distrik Heram berada di zona orange,” ujar Antari.