Chanel Memamerkan Koleksi Busananya Secara Digital
beritapapua.id - Chanel Memamerkan Koleksi Busananya Secara Digital - UrbanAsia

Rumah mode mewah asal Prancis Chanel akhirnya memamerkan koleksi busana “Cruise 2021” secara digital, setelah gagal menggelar pagelaran busana untuk koleksi terbarunya ini di Capri, Italia. Chanel terpaksa membatalkan pagelaran busana yang seharusnya dilaksanakan pada 7 Mei lalu, akibat pandemi Covid-19.

Alih-alih menggelar pagelaran busana di Capri, Chanel membawa nuansa Capri ke Paris dengan menciptakan nuansa pantai di sebuah studio di Rue Cambon. Ini adalah pertama kali dalam sejarah, Chanel memamerkan koleksi terbaru tanpa mengadakan pertunjukan, kata Bruno Pavlovsky, Presiden dari Chanel SAS.

Desainer Chanel Virginie Viard mengatakan bahwa ketika pandemi virus corona sudah mereda dan memungkinkan maka Chanel akan kembali ke Grand Palais untuk pertunjukkan berikutnya selama pekan mode Paris pada Oktober mendatang.

Selama ini pertunjukkan busana Chanel selalu diwarnai dengan pertunjukkan mewah dan sangat teatrikal di Grand Palais di Paris. Apalagi saat berada di tangan desainer Jerman Karl Lagerfeld yang meninggal tahun lalu. Viard, sang pengganti, mengatakan bahwa tradisi show yang spektakuler bukanlah impiannya.

“Terkadang dia (Karl) bertanya pada saya,’ Apakah itu terlalu berlebihan? dan saya akan menjawab,’ Untukmu itu bagus tapi saya lebih suka pertunjukkan kecil,” kata Viard kepada harian Prancis Le Figaro.

Baca Juga: Rebel Wilson Sukses Turunkan Berat Badan Sampai 15 kg

Terinspirasi dari Sang Legenda Coco Channel

Tampaknya Virginie Viard, yang kini melanjutkan misi Karl Lagerfeld di rumah mode Channel, ingin kembali ke asal mula filosofi fesyen yang menjadikan Coco Channel seorang legenda, seperti potongan busana yang mengharuskan lengan bisa bergerak bebas, setiap kancing yang harus memiliki lubang kancing, berfungsi sebagaimana layaknya kancing, dan bukan hanya dekorasi semata.

Lokasi kongregasi ini menjadi inspirasi utama untuk set Channel Haute Couture musim panas 2020. Set ini dibuat lengkap dengan air mancur, tanaman-tanaman kebun seperti tomat, hingga kain-kain lebar yang digantung. Inspirasi sang legenda ini mungkin juga didasarkan sebagai pengingat perjalanan hidup Coco Channel yang meninggal pada 10 Januari 1971 di Perancis.

Bagi masyarakat pecinta mode, aneh rasanya jika tak mengenal Coco Channel. Karya-karyanya fenomenal, dan menginspirasi banyak orang sejak awal abad 20 sampai sekarang. Bagi sebagian orang, busana, tas, dan parfum merek Channel sudah menjadi identitas keglamoran.

Di samping menonjolkan koleksinya, Channel juga menguatkan satu sisi bisnis. Sesuatu yang diinginkan kliennya untuk memilih warna spesial. Sebuah ‘akses’ kemewahan luar biasa di dunia couture. Para klien boleh mengubah tampilan asli runway, seperti memilih warna, ukuran lengan, hingga jumlah dekorasi di sebuah look yang mereka inginkan. Ini akan menjadikan baju yang mereka pesan menjadi satu-satunya di dunia.