China Latihan Militer di Empat Perairan
Beritapapua.id - China Latihan Militer di Empat Perairan - Hetanews

China Latihan Militer di Empat Perairan – Untuk kesekian kalinya, Militer China mengadakan latihan perang besar-besaran pada empat laut perbatasan timurnya. Terdapat lima latihan perang yang dijalankan China, yakni dua di Laut China Selatan, satu di Laut China Timur, dan dua di Laut Kuning. Kelima latihan militer ini digelar secara serentak mulai Senin (28/9).

Mengutip dari reuters, mayoritas latihan China menampilkan manuver tembakan langsung. Saat berlangsungnya latihan militer, tentara militer China (PLA) melarang segala jenis kapal memasuki lokasi pelatihan.

Bulan lalu, China mengumumkan empat latihan terpisah, mulai dari Laut Bohai ke Laut Timur dan Laut Kuning dan ke perairan Laut China Selatan yang jadi sengketa. Pakar militer China menyebutnya sebagai pengaturan latihan militer yang jarang.

Collin Koh, seorang peneliti dari S Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University Singapura, mengatakan kepada South China Morning Post bahwa latihan China bertujuan untuk mendemonstrasikan tekad dan kemampuan dalam mengikuti persiapan pertempuran di mata publik domestik dan negara lain.

Amerika Serikat (AS) sendiri beberapa kali tertangkap sedang mematai-matai latihan militer China melalui pesawat mata-mata. Dalam beberapa waktu terakhir, AS memang kerap berselisih dengan China, dari soal Taiwan, pandemi covid-19 hingga isu perdagangan serta pelanggaran HAM. China memang secara rutin menggelar aktivitas militer di dekat wilayah Taiwan yang diklaim sebagai bagian wilayahnya. Tindakan China kerap mendapatkan kritik dari negara-negara lain yang merasa terancam dengan aktivitas militer China.

Baca Juga: Angka Kematian Karena Covid-19 Mencapai 1 Juta Jiwa

Manuver China Pada Perairan Indonesia

Pada awal bulan September, kapal patrol Indonesia berkonfrontasi dengan kapal penjaga pantai China. Meski tidak tergolong latihan militer, namun pemerintah Indonesia menyatakan keberatan dengan manuver China. Yang mana mengklaim jalur laut yang dilewati kapal tersebut masih bagian wilayah China. Tidak hanya Indonesia, bahkan Vietnam, Filipina dan Malaysia pun merasa berang dengan klaim China dalam soal wilayah teritorial di Laut Natuna Utara, tempat terjadinya konfrontasi tersebut.

Pada Minggu (27/9), ratusan kapal nelayan China tertangkap melakukan penangkapan ikan pada perairan Amerika Selatan. Tindakan ini, menurut para pakar, tidak hanya mengancam kedaulatan negara-negara pesisir, tetapi juga membahayakan ketahanan pangan global dan ekologi laut.

Berdasarkan pernyataan dari Angkatan Laut Ekuador, terdapat sedikitnya 300 kapal China dalam peristiwa ini.