CI Dorong Peningkatan Pemahaman Pemandu Wisata Lokal Raja Ampat
beritapapua.id - Pemandu wisata lokal Raja Ampat saat mengikuti pelatihan kelas konservasi di Kampung Priwen Raja Ampat, Kamis (7/10/2021). (foto: Antara)

Conservation International (CI) Indonesia bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam mendorong peningkatan pemahaman pemandu wisata lokal Raja Ampat tentang konservasi dengan mengadakan pelatih kelas konservasi.

Kegiatan tersebut akan bertempat di Kampung Priwen Raja Ampat pada 7-9 Oktober 2021. Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah untuk meningkatkan pemahaman pemandu wisata lokal Raja Ampat.

Dengan adanya kegiatan tersebut pemandu bisa mengetahui aturan yang semestinya untuk dilakukan di kawasan wisata Raja Ampat tersebut. Hal ini karena sebagian wilayah wisata Raja Ampat berada di kawasan konservasi.

BHS Tourism and Capacity Building Manager Conservation International Indonesia, Meidiarti Kasmidi di Kampung Priwen mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan kelas konservasi bagi pemandu wisata ini agar memberikan pengetahuan serta mengenal lebih dekat apa itu konservasi.

Kelas Konservasi Bisa Jadi Tempat Berdiskusi

Kelas konservasi ini juga menjadi tempat untuk berdiskusi bersama tentang apa itu pariwisata berkelanjutan dan bagaimana mewujudkan pariwisata berkelanjutan itu.

Menurutnya kelas konservasi ini juga agar pemandu wisata bisa menjalankan peran sebaik mungkin saat menjalani tugas. Hal ini dengan memberikan informasi kepada wartawan tentang satwa yang perlu untuk dilindungi serta keanekaragaman hayati yang tidak boleh diganggu.

Baca Juga: Pemkab Teluk Wondama Gelar Aksi Peduli Lingkungan Bersama TNI-Polri

“Serta bagaimana mengontrol perilaku wisatawan di destinasi yang sebagian besar di kawasan konservasi agar tidak merusak ekosistem alam setempat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Raja Ampat, Ranny Iriani Tumundo memberikan apresiasi terhadap kegiatan pelatihan kelas konservasi bagi pemandu wisata lokal Raja Ampat.

Menurutnya, pelatihan tersebut sangat penting agar pemandu wisata semakin banyak memahami tentang aturan-aturan di kawasan konservasi tersebut. Ini juga menjadi satu hal penting untuk bisa memberikan pemahaman kepada wisataman agar tidak merusak ekosistem alam saat pemandu wisata mendampinginya. Dan ini menjadi penting karena sebagian besar destinasi wisata Raja Ampat ada di kawasan konservasi.

“Sehingga ketika mendampingi wisatawan pemandu wisata tersebut sudah tahu apa yang harus dilakukan. Dan sehingga wisatawan tidak merusak ekosistem alam di kawasan konservasi,” ujarnya.