Coronavirus di Indonesia dan Penyebarannya
beritapapua.id - Coronavirus di Indonesia dan Penyebarannya - suara.com

Penyebaran Coronavirus atau Covid-19 di seluruh dunia saat ini telah mencapai 937,130 kasus, dimana dengan angka kematian akibat wabah Coronavirus sebanyak 47,267 jiwa, dan total keseluruhan orang yang sembuh dari Corona Virus sebanyak 195,143 jiwa.

Di Indonesia sendiri jumlah kasus nya telah mencapai 1,677 kasus dengan angka kematian 157 jiwa, serta angka kesembuhan di Indonesia sebanyak 103 jiwa yang sembuh dari penyebaran Coronavirus dilansir dari Worldometers.info (02/04). Angka kematian di Indonesia bisa dibilang tinggi dibandingkan dengan total angka para pasien yang telah sembuh.

Hal ini karena ketidaksigapan pemerintah dalam pencegahan virus Corona di awal permulaan masuknya wabah tersebut ke Indonesia. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk memutus penyebaran virus Corona.

Mulai dari belajar dari rumah bagi para siswa-siswi, serta kuliah secara daring bagi para mahasiswa, work from home bagi para pekerja, penyelenggaraan sidang secara online di pengadilan, hingga pengesahaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui Peraturan Pemerintah (PP).

Pembatasan akses mobilitas masyarakat juga dibatasi oleh pemerintah, trayek-trayek TransJakarta dan KRL Jabodetabek dibatasi perjalanannya demi mencegah meluasnya pandemi ini. Serta pengalokasian anggaran-anggaran lembaga pemerintahan untuk mengatasi virus Corona.

Di bidang medis pun pemerintah telah mengirimkan bantuan berupa penyediaan kelengkapan alat pelindung diri (APD) ke tiap-tiap rumah sakit serta, pembangunan rumah sakit khusus penyakit menular di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Baca Juga: 15 Tahanan Narkoba Sulsel Melarikan Diri

4 Hotel Pemda DKI Tampung Tenaga Medis

Di DKI Jakarta sendiri, seiring meningkatnya jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona, menyebabkan kurangnya tempat untuk menangani pasien akibat virus tersebut. Preiden Joko Widodo (Jokowi) membangun Wisma Atlet Kemayoran sebagai Rumah Sakit Darurat Pasien Corona.

Selain itu, pemerintah DKI Jakarta juga mengalihfungsikan 4 hotel milik pemerintah DKI Jakarta, sebagai tempat tinggal bagi para tenaga medis yang merawat pasien virus Corona. Direktur Utama PT. Jakarta Tourisindo (Jaktour) Novita Dewi menyatakan, 600-an tenaga medis sudah menempati hotel milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Hotel Grand Cempaka Business terdapat 438 tenaga medis yang menginap di 223 kamar bagi para tenaga medis yang bertudas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu dan RSUD Tarakan. Letak Hotel Grand Cempaka Business, terletak tak jauh dari Jakarta Internasional Expo yang berjarak 3,1 km.

Hotel d’Arcici Alhijra di tempati sebanyak 156 tenaga medis yang mengisi 74 kamar. Tenaga medis di  hotal Hotel d’Arcici Alhijra  juga bertugas di RSUD Pasar Minggu dan RSUD Tarakan. Hotel ini beralamat di Jl. Jenderal Suprapto Nomor 62 Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.

Selanjutnya adalah Hotel d’Arcici Plumpang yang diisi oleh tenaga medis berjumlah 47 orang yang menempati 26 kamar. Hotel ini dikhususkan untuk tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit dan RSUD Koja. Hotel d’Arcici Plumpang terletak di Jl. Plumpang Raya nomor 6, Jakarta Utara.

Yang terakhir adalah Hotel d’Arcici Sunter yang diisi oleh 30 tenaga medis di 14 kamar. Hotel yang beralamat di Jl. Sunter Pemrai Raya nomor 1a, Jakarta Utara ini, dikhususkan untuk tenaga medis RS Khusus Daerah Duren Sawit dan RSUD Koja.