Curhatan Ronaldinho Mengenai Pengalamannya di Penjara
beritapapua.id - Curhatan Ronaldinho Mengenai Pengalamannya di Penjara - Posmetro Medan

Legenda timnas Brasil Ronaldinho berbicara soal pengalaman mendekam di penjara selama 60 hari yang terasa sangat panjang dalam hidupnya. Ronaldinho dan dan sang kakak, Roberto Assis, sempat di penjara karena kasus paspor palsu di Paraguay. Ia baru bisa menghirup udara segar pada 8 April lalu.

Saat ini, kasusnya masih diselidiki. Lebih dari selusin orang termasuk pengusaha Brasil yang diduga menyerahkan dokumen perjalanan kepada mereka sudah ditangkap. Ada dugaan kasus paspor palsu ini terkait dengan upaya pencucian uang.

Ronaldinho telah diperingatkan bahwa dia bisa menjalani tahanan rumah selama beberapa bulan lagi setelah ada keputusan dari pengadilan. Selama menjadi tahanan rumah di hotel, dia juga akan diawasi 24 jam oleh Kepolisian Paraguay.

Selama mendekam di penjara, dia telah menghabiskan waktu dengan bermain sepak bola bersama tahanan lain. Sejumlah video dan foto Ronaldinho selama menjalani masa hukuman di penjara Paraguay pun menarik perhatian publik.

Sebagai catatan, Ronaldinho merupakan pemain yang dapat dikatakan fantastis. Ketika masih aktif bermain, ia banyak membela klub top di Eropa, sebut saja PSG, Barcelona, dan AC Milan pernah menggunakan jasanya. Sederet prestasi pernah mampu ia ukir baik level klub maupun timnas.

Baca Juga: Mike Tyson Siap Kembali ke Ring Tinju

Bebas Karena Uang Jaminan

Ronaldinho terpaksa membayar uang jaminan $ 1,6 juta atau sekitar Rp25 miliar agar lepas dari penjara. Mantan gelandang Barcelona tersebut ditangkap pada 6 Maret bersama saudara sekaligus manajer bisnisnya Roberto Assis.

Kedua kakak beradik itu masing-masing mendepositkan 800 ribu dolar AS ke rekening bank lokal pada Selasa waktu setempat.

“Ini adalah jaminan uang tunai yang signifikan untuk menjamin mereka tidak akan melarikan diri,” kata hakim Gustavo Amarilla yang dikutip Skysports.

Sejak awal April, Ronaldinho menjalani masa tahanannya di Hotel Palmaroga yang berada di ibu kota Paraguay, Asuncion. Status tahanan rumah itu membuat dia tidak bisa ke mana-mana. Dan jika semua masalah ini sudah selesai, ia sudah membuat daftar apa saja yang akan ia lakukan.

“Hal pertama yang akan kulakukan adalah memberikan ciuman besar pada ibuku,” kata Ronaldinho.

“Setelah itu saya akan mengambil pelajaran dari situasi ini dan melanjutkan hidup dengan iman dan kekuatan,” ujarnya menambahkan.