Beredar Daging Oplosan Di Pasar Tradisional
beritapapua.id - Beredar Daging Oplosan Di Pasar Tradisional - PikiranRakyat

Daging Oplosan Beredar Di Pasar Tradisional – Warga diminta waspada saat membeli daging karena seiring naiknya kebutuhan akan daging selama bulan puasa, banyak pedagang yang ingin meraup keuntungan dengan daging oplosan. Untuk daging sapi yang dicampur dengan daging celeng, memang kerap kali ditemukan di pasar tradisional saat jelang lebaran seperti ini.

Modus pelaku, lanjut Panghutan, biasanya memberikan daging yang digantung hanya seperempat. Kemudian digabungkan dengan daging celeng yang ada diember tersebut. Untuk daging babi peliharaan biasanya banyak beredar di supermarket tertentu.

Satgas Pangan Kabupaten Bandung melakukan sidak ke Pasar Baleendah Kabupaten Bandung. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peredaran daging babi yang disulap jadi daging sapi di masyarakat.

Dalam sidak kali ini, Satgas Pangan melakukan pengecekan serta mengetes daging menggunakan alat rapid test. Alat ini dapat mendeteksi kandungan yang mengindikasikan ke daging babi.

Langkah ini akan dilakukan ke setiap pasar lainnya di Kabupaten Bandung. Langkah ini pun ditujukan agar peredaran daging babi di pasaran dapat dihindarkan dan tidak meluas. Masyarakat juga di ingatkan agar tidak tergiur dengan harga murah, Karena daging babi ini dijual dengan harga yang jauh dari harga pasaran.

Baca Juga: Pemeriksaan Covid-19 di Paniai, 25 Orang Reaktif Rapid Test

Cara Membedakan Daging Sapi Dan Babi, Agar Tidak Salah Membeli

Antara daging sapi dengan daging babi memiliki warna yang cukup kontras. Daging babi memiliki warna yang lebih pucat daripada daging sapi yang kemerahan. Selain itu jika di lihat lebih detail, daging babi ini akan sangat mirip dengan daging ayam.

Perbedaan serat terlihat dengan jelas antara daging sapi dan daging babi. Pada sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis-garis seratnya sangatlah terlihat jelas. Nah, sedangkan dengan daging babi seratnya terlihat samar dan sangat renggang.

Selanjutnya kamu juga bisa membedakan dari lemak kedua daging tersebut. Perbedaan terdapat pada tingkat keelastisannya. Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk.

Kamu juga perlu memerhatikan lemak pada daging babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya. Sementara lemak daging sapi agak kering dan tampak berserat.

Kamu bisa melihat perbedaan lainnya dari segi tekstur nih. Tekstur daging sapi lebih kaku dan padat dibandingkan dengan daging babi yang cenderung lebih lembek dan mudah direnggangkan.

Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan di antara keduanya. Daging babi memiliki tekstur yang kenyal. Sementara daging sapi lebih keras.