Dampak Covid-19 di Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat
beritapapua.id - Dampak Covid-19 di Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat - Tekno Tempo

Dampak Covid-19 di Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat – Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat belum bisa keluar dari zona merah Covid-19 akibat kembali ditemukannya penambahan dua pasien positif Covid-19. Hingga total kasus positif Covid-19 di Teluk Wondama menjadi 10 orang, dengan 8 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. Hal inilah yang membuat Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama melakukan evaluasi terkait pelonggaran operasi transportasi di Wilayah. Dalam satu bulan terakhir ini, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama telah kembali membuka akses transportasi laut rute Manokwari-Wasior. Namun sejak pembukaannya tersebut, telah ditemukan 4 pasien positif Covid-19 di daerah tersebut.

Dilansir dari Antara, Bupati Teluk Wondama sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Bernadus Imburi berencana akan kembali mengurangi operasi transportasi. Seperti pengoperasian kapal laut rute Manokwari-Wasior yang nantinya dijadwalkan kapal hanya ada satu minggu sekali.  Selanjutnya, Bernadus Imburi juga mengemukakan bahwa pemerintah hanya akan mengizinkan kapal penumpang masuk ke Wondama satu kali dalam sepekan. Dimana kapasitan penumpangnya tidak boleh melebihi separuh dari kapasitas kapal. Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama juga akan pengeluarkan surat edaran terkait pembatasan operasional kapal penumpang.

Sementara menurut informasi dari Kepala Dinas Perhubungan, Bernardus Setiawan, beberapa kapal penumpang secara sepihak telah menambah jadwal pelayaran ke Wasior yang awalnya hanya seminggu sekali menjadi tiga kali dalam seminggu. Dimana hal tersebutlah yang berpotensi membawa virus, dengan adanya kemungkinan bisa ada penumpang yang positif Covid-19 namun tidak terdeteksi.

baca Juga: Stand By Me 2, Film Doraemon akan Segera Rilis

Sistem Pembelajaran Daring yang Menemui Kendala, Termasuk Dampak Covid-19

Dampak Covid-19 tidak hanya masalah sarana transportasi yang ditemui Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, namun terdapat pula permasalahan terkait Sistem pembelajaran secara daring. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Wondama, Hanok Mariai menyatakan bahwa sistem pembelajaran secara dari menemui banyak kendala. Diantaranya terkendala jaringan dan tidak semua siswa memiliki kuota dan smartphone. Adapun dari sistem pembelajaran secara daring ini, sekolah kesulitan anggaran. Karena keterbatasan dana BOS yang hanya bisa untuk membiayai delapan kegiatan prioritas.

Hanok Mariai juga menyatakan belum lama ini telah dilaksanakan rapat bersama antara para kepala sekolah dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Teluk Wondama. Dari rapat tersebut diketahui beberapa kendala yang dihadappi oleh para kepala sekolah dan pelaku pendidikan. Diantaranya mereka meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pembelajaran yang dirasakan cukup memberatkan bagi sekolah maupun para siswa.

Selain itu terkait metode pembelajaran luring dengan sistem modul juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Dimana sekolah juga harus menyediakan anggaran ekstra untuk biaya transportasi para guru saat mendatangi para siswa dari rumah ke rumah. Menggapi hal tersebut Pemerintah Daerah Teluk Wondama mengatakan akan mengkaji terlebih dahulu usulan tersebut. Dan berharap pihak sekolah tetap mengupayakan agar proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun tidak dalam bentuk tatap muka di kelas.