Dampak Krisis Pangan, 19.600 Orang Mati Kelaparan Setiap Hari di Dunia
beritapapua.id - Presiden Joko Widodo saat meresmikan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). (Foto: Istimewa)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali berbicara tentang dampak krisis pangan yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Jokowi mengaku baru saja mendapat laporan kalau ada 19.600 orang setiap hari yang mati kelaparan karena krisis pangan.

Krisis pangan ini, kata dia, juga merupakan imbas dari perang Rusia-Ukraina yang masih berkecamuk. Jokowi kembali menceritakan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama 2,5 jam dan 1,5 jam dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama 1,5 jam.

Dari pertemuan ini, Jokowi menyimpulkan perang tidak akan segera selesai. “Akan lama, dan itu berakibat pada kesulitan-kesulitan yang lain, krisis pangan, krisis energi, krisis finansial, Covid-19 yang belum pulih,” ujarnya.

Meski ada masalah, Jokowi melihat masih ada peluang dari kejadian ini. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat 8 kali lipat, dari Rp 632 triliun pada 2022 menjadi Rp 4.531 triliun saat ini.

Pertumbuhan ekonomi digital ini sejalan dengan berkembangnya startup di Tanah Air. Akan tetapi, Jokowi mengkritik minimnya jumlah startup Indonesia yang bergerak di bidang agrikultur, di tengah ancaman krisis pangan yang kedepan akan membesar. 

Padahal, jumlah startup Indonesia sekarang terbanyak keenam di dunia setelah Amerika Serikat, India, Inggris, Kanada, dan Australia.

Catatan Jokowi, Statrup Bidang Agrikultur Hanya 4 persen

Jokowi mencatat startup paling banyak yaitu 23 persen bergerak di bidang financial technology alias fintech dan startup bidang ritel sebesar 14 persen. 

Sedangkan startup bidang agrikultur hanya 4 persen. “Padahal kalau dilihat urusan krisis pangan ke depan akan jadi persoalan besar yang harus dipecahkan teknologi, itu adalah kesempatan,” kata Jokowi.

Baca Juga: Satgas Damai Cartenz Berhasil Amankan Tersangka Penjual Senjata dan Amunisi KKB di Timika

Di dalam urusan pangan, kata Jokowi, dimensinya juga luas dari produksi, distribusi, hingga barang tersebut sampai ke pasar. Urusan pangan pun tak hanya beras, tapi juga komoditas lain seperti sayur hingga sagu. Untuk itu, Jokowi mengingatkan pelaku startup dan anak muda bahwa kondisi ini adalah kesempatan besar untuk mereka. 

Peluang startup kedua, kata Jokowi, muncul karena adanya krisis kesehatan. Kepala negara mengingatkan Indonesia merupakan negara dengan 17 ribu pulau dan 514 kabupaten kota. “Apa yang bisa kita lakukan agar kesehatan bisa lompat? telemedicine bisa, disambungkan dengan operasi jarak jauh lewat aplikasi,” kata dia mencontohkan.

Peluang ketiga yaitu startup di bidang UMKM. Jokowi menyebut ada 65,47 juta UMKM di Indonesia. Menang masih banyak persoalan di UMKM seperti kemasan dan kapasitas produksi. Tapi disinilah kesempatan tersebut.

Sebab, kata Jokowi, dari jumlah tersebut, baru 19 juta saja UMKM yang sudah masuk platform digital. “Jadi masih ada peluang besar untuk bisa dikerjakan di sana,” ujarnya.