Data Harian Covid-19 Tidak Akan Diumumkan Lagi
beritapapua.id - Data Harian Covid-19 Tidak Akan Diumumkan Lagi - Liputan 6

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito keterangan pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden menyampaikan bahwa laporan harian perkembangan kasus Covid-19 akan ditiadakan. Pemerintah nantinya akan menyampaikan perkembangan harian kasus Covid-19 lewat portal www.covid-19.go.id. Dimana melalui portal tersebut, masyarakat bisa mengetahui perkembangan harian kasus Covid-19. Diantaranya penambahan kasus baru, penambahan pasien sembuh, dan penambahan pasien yang meninggal dunia.

Lewat Portal tersebut pemerintah akan melampirkan laporan perkembangan harian terbaru setiap pukul 16.00 WIB. Yang mana data tersebut tergantung dari pengiriman data dari Kementerian Kesehatan setelah melalui verifikasi dari seluruh data nasional yang masuk. Sehingga data tersebut dapat diakses oleh masyarakat secara realtime dan tidak ada perbedaan antara data nasional dengan data di daerah.

 “Tidak ada maksud untuk menutup-nutupi data. Mari kita dorong transparansi publik dan silakan masyarakat ikut mengontrol apabila ada kondisi yang tidak sesuai dengan sebenarnya,” Jelas Wiku dalam keterangan pers Jumat (24/7/2020).

Lebih lanjut Wiku juga menjelaskan terkait dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang bertujuan menguatkan organisasi manajemen Covid-19.

Baca Juga: Dikabarkan Sakit, Raja Salman akan Segera Turun Tahta?

Alasan Peniadaan Pengumuman Dara Harian Covid-19

Dalam keterangannya, Wiku juga mengutarakan alasan dari dikeluarkannya keputusan peniaadaan pengumuman data harian secara langsung. Hal ini didasari alasan bahwa sebelumnya penyampaikan data melalui situs secara real time menemui dalam prosesnya. Namun penyampaian data tidak bisa real time melalui situs, sebab belum mampu untuk mengintegrasikan proses pengumpulan data dari setiap daerah. Ditambah lagi proses verifikasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan yang memerlukan waktu lebih lama. Sehingga perlu membuat sistem pendekatan data terintegrasi yang bisa diterima oleh berbagai pihak. Dengan diberikannya data secara real time, maka masyarakat bisa mengakses langsung dan media juga bisa mengakses untuk disampaikan kepada masyarakat.

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Ede Surya Darmawan menyayangkan keputusan pemerintah tidak lagi menyampaikan perkembangan data harian kasus Covid-19 di Indonesia. Sebab komunikasi risiko justru harus selalu ditingkatkan oleh pemerintah di masa pademi. Sehingga masyarakat semakin sadar akan bahaya Covid-19 dan berusaha melakukan pencegahan. Lebih lanjut ia juga menanggapi hal tersebut akan memicu masyarakat menjadi lebih tidak peduli terhadap pandemi.