Demo Karyawan Freeport: Ingin Pulang Setelah 6 Bulan Kerja
Beritapapua.id - Demo Karyawan Freeport: Ingin Pulang Setelah 6 Bulan Kerja - Kompas

Demo Karyawan Freeport: Ingin Pulang Setelah 6 Bulan Kerja – Sejumlah karyawan PT Freeport Indonesia memblokade jalan tambang Mile 72, Senin (24/08/2020). Aksi tersebut merupakan bentuk keresahan karyawan terhadap perusahaan yang tidak memberikan hak mereka.

Aksi demo tersebut menuntut perusahaan untuk memberikan perhatian kepada karyawan dalam bentuk insentif. Menurut informasi, karyawan tidak diizinkan turun ke Timika dan diminta bekerja selama 6 bulan. Kondisi tersebut merupakan buntut dari pandemi Covid-19.

Berdasarkan informasi dari Kapolsek Tembagapura, Ipda Eduard Edison. Ia menyampaikan bahwa karyawan meminta membuka kembali akses bus Scheduled Day Off (SDO) agar karyawan dapat pulang ke rumah mereka.

“Jadi mereka minta kepastian bus SDO kapan bisa berjalan lagi. Ini memang aspirasi yang sebelumnya mereka sampaikan ke manajemen,” kata Eduard, mengutip dari Kompas.com, Senin.

Perihal aksi demo, pihak PT Freeport hendak mempelajari tuntutan karyawannya. Vice President (VP) Coorporate Communications PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, mengatakan akan memberikan jawaban secepatnya.

Baca Juga: Program Subsidi Gaji Pekerja Diluncurkan 27 Agustus 2020

Jawaban Freeport atas Tuntutan Karyawannya

Selang satu hari aksi pemblokiran jalan tambang Mile 72, pihak Freeport melaksanakan rapat terkait aksi tersebut. Rapat dilakukan bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika, Manajemen PT Freeport Indonesia dan Forkopimda, yang dipimpin langsung oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Dalam rapat yang digelar pada hari Selasa (25/08/2020) di Hotel Grand Mozza, Timika, mereka sepakat mengabulkan permintaan karyawan. Kendati demikian terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Protokol kesehatan ini, yakni dengan melakukan pengecekan suhu tubuh. Kalau suhunya 38 derajat celcius, maka akan dilakukan Rapid Test. Begitu juga saat naik dari Timika ke Tembagapura, akan dilakukan hal yang sama,” terang Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

PT Freeport belum mengiyakan permintaan karyawan memberikan insentif, padahal pengabulan terkait tuntutan untuk pulang sudah ada. Bupati mengatakan bahwa ada akomodir meskipun pihak manajemen Freeport telah menerima aspirasi tersebut.

Bupati sempat menyinggung bahwa manajemen setuju atas tuntutan tersebut. Namun belum ada tindaklanjut perihal mekanismenya. Bupati berharap karyawan dapat membuka blokade jalan dan demo segera berakhir.

“Dengan pemenuhan permintaan ini, kami berharap blokade jalan bisa dibuka. Dan kemungkinan mulai hari ini sudah dibuka akses bus untuk karyawan yang mau ke Timika,” sambung Bupati Timika.