Dewan Adat Mamta, Papua: Mahasiswa Adalah Harapan Rakyat Papua
beritapapua.id - Dewan Adat Mamta, Papua: Mahasiswa Adalah Harapan Rakyat Papua - Papua Inside

Dewan Adat Mamta, Papua: Mahasiswa Adalah Harapan Rakyat Papua – Ketua Dewan Adat Mamta, Tabi Zadrak Taime, mengajak mahasiswa korban peristiwa rasisme di Surabaya, Jawa Timur untuk bangkit. Ia meminta mereka untuk berpikir ke depan untuk kembali ke kampus asal mereka demi menempuh pendidikan.

Zadrak meminta mahasiswa eksodus yang menjadi korban rasisme untuk tidak terpengaruh isu politik. Hal ini ia sampaikan agar mahasiswa dapat fokus belajar dan membangun Papua.

“Anak-anak mahasiswa ini adalah putra-putri Papua masa depan bangsa dan harapan rakyat Papua. Kalian kembali ke tempat kuliah masing-masing dan sudah tidak usah terpengaruh dengan isu kepentingan politik,” ucapnya Zadrak dilansir dari Antaranews.com.

Ia melanjutkan bahwa mahasiswa eksodus harus bangkit dan menunjukan bahwa mereka mampu. Mereka harus berpikir cerdas dan tidak mudah terprovokasi dalam isu-isu kepentingan politik atau lainnya. Menurutnya urusan politik dapat mempengaruhi prestasi mahasiswa.

“Mahasiswa kalau sudah terpengaruh pikirannya dengan kepentingan politik kasihan. Masa depannya bisa tidak selesai kuliah,” ungkap Zadrak.

Baca Juga: Pasien Covid-19 di Papua Meninggal Karena ‘Badai Sitokin’

Membangkitkan Sang “Emas’ Papua

Dalam salah satu artikel yang ditulis oleh Novilus K. Ningdana, seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura, ia menyebutkan bahwa mahasiswa Papua adalah emas bagi di Indonesia Timur. Ia membenarkan pernyataan Zadrak terkait mahasiswa sebagai harapan bangsa.

Dalam sebuah kesempatan, Zadrak meminta pemerintah untuk memberikan solusi bagi mahasiswa eksodus. Ia meminta setidaknya mahasiswa tersebut dapat kembali kuliah dan melanjutkan studinya.

Baca juga: Pribumi Dan Non Pribumi Pada Surat Edaran RW 03 Surabaya

“Kasihan mereka banyak tertinggal mata kuliahnya. Apa jadi masalah dan persoalan hendaknya duduk bersama untuk cari solusi terbaik untuk adik-adik mahasiswa eksodus ini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Papua untuk mendukung mahasiswa eksodus. Ia menyesalkan berbagai pihak yang mencoba untuk memanfaatkan mahasiswa eksodus untuk cari panggung atau kepetingannya sendiri.