Di Masa Pandemi Polres Jakbar Gagalkan Peredaran Narkoba
beritapapua.id - Di Masa Pandemi Polres Jakbar Gagalkan Peredaran Narkoba - Nusa Daily

Di Masa Pandemi Polres Jakbar Gagalkan Peredaran Narkoba – Perang terhadap narkoba terus digaungkan oleh satuan narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Selama masa pandemi virus corona (Covid-19), Polres Metro Jakarta Barat menyita sebanyak 26,8 kilogram narkoba jenis sabu. Puluhan kilogram narkoba yang disita itu ditaksir bernilai Rp25 miliar.

“Kalau dirupiahkan sekitar Rp25 miliar yang diamankan, dan yang bisa diselamatkan kalau dihitung dampak dari narkoba kepada generasi muda hampir 100 ribu lebih jiwa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Yusri merinci, Unit 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan peredaran 10 kilogram sabu di sebuah indekos di Tanjung Duren. Kemudian Polsek Kalideres mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional, dan mengamankan dua tersangka berinisial NTO (32) dan WNR (34), dengan barang bukti 14,4 kilogram sabu.

Selanjutnya, Polsek Kembangan mengungkap sebanyak 2,4 kilogram sabu. Dari hasil ungkap, tersebut seorang pelaku berhasil diamankan yaitu inisial MY (35). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsidier 112 ayat 2 junto Pasal 132 UURI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Baca Juga: Gali Ulat Sagu A’la Suku Moi, Papua Barat

Waspada! Peredaran Narkoba Mengincar Perkampungan

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan saat ini bandar narkoba sudah mulai menyasar perkampungan agar penjualan barang haram itu masih bisa dilakukan. Karena tutupnya tempat hiburan malam membuat para bandar terus memutar otak ditengah pandemi Covid-19 ini.

Beralihnya peredaran barang haram ini membuat bandar sabu, mencari keuntungan di perkampumgan yang masih bisa berjualan. Meski jumlah dan paket yang diedarkan tak sebanyak di tempat hiburan malam, namun peredarannya rutin di lakukan. Jenis narkoba yang menjadi primadona di perkampungan yakni sabu, beda dengan tempat hiburan malam yang menomorsatukan ekstasi.

BNNP dan BNNK yang saat ini rutin memberikan pengawasan ke kampung-kampung narkoba. Antisipasi jangan sampai di kurangi, justru dalam situasi sekarang haus kita tingkatkan. Jangan sampai situasi sekarang ini narkoba tetap merajalela.

Tugas dan tanggung jawab orang tua dewasa ini tidak semakin mudah untuk dapat mengantarkan generasi muda bebas dari jerat penyalahgunaan narkoba. Sebab, peredaran gelap narkoba masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia maupun dunia Internasional.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan ancaman serius terhadap berbagai aspek kehidupan dan masa depan generasi muda negeri ini. Bahkan, mereka yang dijadikan sasaran para sindikat narkoba tidak melihat golongan, status, jenis kelamin, umur, dan sebagainya.