Dilema Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Ditengah Pandemi Covid-19
beritapapua.id - Ilustrasi kegiatan belajar mengajar. (Foto: Antara)

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah melanda sebagian besar negara di dunia sehingga World Health Organization (WHO) telah menetapkan bahwa dunia dalam kondisi pandemi Covid-19.

Indonesia pun tak terhindarkan dari pandemi tersebut yang berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, baik segi ekonomi, sosial, kesehatan, bahkan pendidikan. Hampir seluruh negara terdampak pandemi mengambil kebijakan menutup sekolah, termasuk juga di Indonesia.

Namun, anak harus tetap mendapatkan haknya memperoleh layanan pendidikan. Oleh karena itu, Pemerintah mengeluarkan ketetapan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, yang salah satu isinya tentang Belajar Dari Rumah (BDR) selama Pandemi Covid-19 melalui pembelajaran jarak jauh.

Data periode 14-20 Agustus 2021 mencatat kasus baru dalam satu minggu terakhir sebanyak 145.361 kasus. Angka itu turun sebesar 26,2% dibandingkan periode 7-13 Agustus. Namun, jangan lantas senang lalu kendor.

Data itu tetap menyimpan persoalan karena belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya. Sebab, di tengah penurunan kasus positif, kapasitas testing masih terbatas, yakni di angka 21,21%.

Baca Juga: Pentingnya Pendidikan Seks Sedari Kecil

Selain itu juga, untuk memberikan layanan pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan warga satuan pendidikan serta mencegah penyebaran Covid-19 yang masif, maka ditetapkanlah Surat Keputusan Bersama 4 Menteri (Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri) dengan beberapa kali perubahan, yang berisi tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa Pandemi Covid-19. Di dalam keputusan tersebut dicantumkan rambu-rambu pelaksanaan PTM pada masa Pandemi Covid-19.

Untuk menindaklanjuti keputusan bersama tersebut, pemerintah harus cermat menerapkan PTM. Penularan Covid di sekolah harus benar-benar dihindari dan diantisipasi.

Salah satu caranya adalah mempercepat vaksinasi pelajar. Faktanya, banyak daerah melaporkan vaksinasi pelajar masih sangat rendah dan jauh dari capaian ideal untuk membuka PTM. Maka, sebaiknya jangan buru-buru menggelar PTM.