Dinas Kominfo Provinsi Papua Sebut Ujaran Kebencian di Medsos Meningkat Jelang Pemilu 2024
beritapapua.id - Ilustrasi ujaran kebencian. (Remotivi)

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Papua mengklaim trend ujaran kebencian di kalangan pengguna media sosial di Papua mengalami peningkatan.

Untuk itu Dinas Kominfo Provinsi Papua mengajak pengguna media sosial dan masyarakat umum secara bersama-sama melawan ujaran kebencian. Karena hal ujaran kebencian melalui media sosial ini juga dapat mempengaruhi kehidupan di Tanah Papua.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jery A. Yudianto, mengatakan tren ujaran kebencian di kalangan pengguna media sosial kini cenderung meningkat seiring dengan kian dekatnya Pemilu 2024.

Oleh karenanya, ia meminta agar masyarakat lebih memilih dan memikirkan sesuatu yang ingin mereka sampaikan di media sosial.

“Untuk itu masyarakat jangan buru-buru mengungkapkan sesuatu di muka publik atau mengunggah di medsos, yang berpotensi mengandung ujaran kebencian,” katanya.

Faktor Penyebab Meningkatnya Ujaran Kebencian di Papua

Menurut Jery, ujaran kebencian di Papua mulai mengalami peningkatan juga karena makin banyak orang yang mengakses internet dan menggunakan media sosial.

Terlebih saat ini juga sudah mendekati masa-masa jelang Pemilu yang memang banyak masyarakat berbeda pendapat tentang pilihan politiknya.

“Ada dua yang tidak bisa dipisahkan, yakni konteks politik serta jelang Pemilu 2024,” ujarnya.

Baca Juga: Biodata Lengkap Irjen Daniel Silitonga Kapolda Papua Barat Yang Baru

Ia menjelaskan kontestasi politik yang sedang terjadi seharusnya tidak perlu untuk dibawa ke ranah kehidupan pribadi atau kelompok.

“Kalau mengenai politik itu, setiap 5 tahun pasti ada pergantian sehingga tidak usah terlalu dibawa ke kehidupan pribadi,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya ujaran kebencian di Papua juga karena minimnya literasi dan penengakan hukum di Papua. Hal ini karena korban yang menerima ujaran kebencian di media sosial pun tidak melapor ke pihak berwajib.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat perlu mencari kebenaran terhadap video atau foto yang beredar di media sosial sebelum menyebarkannya kembali. Dengan begitu masyarakat dapat mengetahui kebeneran dan tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas saat menggunakan media sosial.

“Ketika melihat gambar atau foto atau video di medsos, saring dulu sebelum disebarkan sehingga tidak memantik reaksi dari individu atau kelompok mengungkapkan kata-kata tidak sepantasnya,” ujarnya.