Dinas Pendidikan Papua Evaluasi Sekolah di Masa Pandemi
beritapapua.id - Dinas Pendidikan Papua Evaluasi Sekolah di Masa Pandemi - Cepos Online

Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua akan mengevaluasi terkait adanya pemungutan iuran sekolah yang terjadi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah, Christian Sohilait, mengingatkan kepada seluruh sekolah negeri yang ada di Provinsi Papua untuk tidak melakukan pungutan biaya untuk pendaftaran siswa baru. Pemungutan iuran tersebut nantinya akan dilakukan evaluasi kembali jika dialokasikan untuk membeli seragam, biaya kursus atau membeli perlengkapan sekolah.

Pihak Dinas Pendidikan Papua, sejauh ini sudah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sidak ini dilakukan ke beberapa sekolah yang saat ini tengah menyelenggarakan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal ini untuk mengecek masing-masing pengelola sekolahnya terkait hal apa saja yang menjadi persyaratan dalam melakukan penerimaan siswa baru. Selain itu juga biaya apa saja yang mungkin dibebankan kepada orang tua murid terkait kegiatan tersebut. Disdik juga akan meminta pihak sekalah agar dapat lebih menyederhanakan terkait banyaknya persyaratan serta jumlah pungutan yang dilakukan.

Dinas Pendidikan Papua Evaluasi Sekolah di Masa Pandemi
beritapapua.id – Dinas Pendidikan Papua Evaluasi Sekolah di Masa Pandemi – Antara

Baca Juga: Pesan Dokter Jawa Timur yang Gugur Karena Corona

Pemungutan Biaya untuk Sekolah Swasta Masih Diperbolehkan

Christian juga menambahkan terkait aturan bagi untuk sekolah swasta masih diperbolehkan untuk melakukan pemungutan biaya dalam penerimaan siswa baru. Hal tersebut dikarenakan pemerintah memberi dana terbatas pada sekolah-sekolah swasta. Namun, harus tetap berpatokan sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Mokay memastikan kegiatan Pendidikan terhadap siswa yang berdomisili di daerah zona merah Kabupaten Jayapura tetap dilakukan dengan menggunakan sistem online. Wilayah dengan zona merah tersebut seperti di distrik Sentani kota, Sentani Timur dan distrik waibu. Kegiatan belajar dengan sistem online sendiri sudah mulai diberlakukan sejak adanya kebijakan pemerintah untuk menghentikan aktivitas layanan pendidikan di sekolah dengan sistem tatap muka.

Menurut Ted Mokay, meskipun nanti ada kebijakan baru terkait dengan penerapan new normal, namun untuk layanan pendidikan khususnya di wilayah zona merah akan tetap menggunakan sistem online. Kebijakan ini dilakukan untuk memerangi dan menghambat penyebaran Covid-19 yang mungkin beresiko terpapar pada anak-anak peserta didik jika tetap melaksanakan kegiatan belajar di  sekolah. Sementara, untuk daerah pinggiran dan daerah pedalaman yang masih dalam zona hijau akan menerapkan sistem belajar mengajar normal seperti biasa. Tentunya tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah diterapkan oleh pemerintah.