Dinkes Papua Berencana Berikan Anggarkan Penanganan HIV-Aids
beritapapua.id - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Robby Kayame, SKM.M.Kes. (foto : istimewa)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua berencana akan memberikan anggaran terhadap penanganan HIV-Aids di tahun anggaran 2022.

Kepala Dinkes Papua, Robby Kayame menyampaikan hal tersebut saat rapat koordinasi dengan Komisi V DPR Papua, komisi bidang kesehatan, Selasa (27/7/2021).

Ia mengatakan bahwa pada tahun 2022 akan memberikan anggaran untuk pemeriksaan HIV, dengan memprioritaskan orang asli Papua.

“Pada 2022, kami akan anggarkan untuk pemeriksaan HIV, dengan memprioritaskan orang asli Papua. Kita mesti jaga orang asli Papua yang tersisa ini. Bagaimana kita upayakan selamatkan mereka,” kata Robby Kayame.

Ia mengakui, dalam masa pandemi corona kini mereka yang memiliki penyerta semisal HIV, malaria, TBC dan lainnya, sangat rawan ketika terpapar Covid-19.

Padahal hingga kini Papua masih merupakan salah satu daerah, dengan kasus malaria dan HIV-Aids cukup tinggi. Dan kasus Covid-19 yang melanda Indonesia juga membuat keadaan menjadi tambah buruk dan menjadi rawan.

“Memang dilematis, kasus HIV masih tinggi di Papua, belum lagi malaria, TBC dan lainnya. Kalau Covid-19 masuk, ini rawan,” ucapnya.

Sebagian Warga Masih Menolak Untuk Vaksinasi

Robby Kayame juga mengatakan situasi semakin mengkhawatirkan, sebab masih ada sebagian warga Papua menolak untuk divaksin. Padahal, vaksinasi dapat mengurangi risiko rentan jika seseorang terpapar corona.

Ia mengatakan, memang hak masyarakat untuk menerima atau menolak vaksin. Akan tetapi, warga mesti selalu diingatkan bahwa vaksin ini dapat membantu.

Baca Juga : Bupati Jayapura Persilahkan DPRD Bentuk Panitia Khusus

“Memang cukup berat meyakinkan orang untuk mendapat vaksinasi. Namun kami tidak paksa, kembali kepada orang itu,” katanya.

Ketua komisi bidang kesehatan DPR Papua, Timile Yikwa meminta Dinas Kesehatan pro aktif memastikan kebutuhan setiap rumah sakit di Papua, terutama rumah sakit swasta yang menjadi rujukan pasien corona.

Sebab, hingga kini pasien Covid-19 di Papua, khususnya Jayapura terus meningkat dan menyebabkan rumah sakit pemerintah dan swasta di sana kewalahan.

“Dinas mesti berperan menanyakan apa yang mereka butuhkan dan sampaikan ke kami dan kami dorong. Misalnya kebutuhan oksigen, alat pelindung diri, dan lainnya,” kata Timiles Yikwa.