Disdik Kota Jayapura Terus Gencar Lakukan Penuntasan Buta Aksara
beritapapua.id - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo (kiri, kemeja batik warna kuning) (foto : jubi)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo terus gencar lakukan pembinaan untuk bisa upayakan penuntasan buta aksara. Hal ini ia lakukan meski kondisi saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Hal itu ia sampaikan saat berada di Kantor Wali Kota Jayapura, pada Kamis (27/5/21).

“Jumlah peserta kami batasi, yang tadinya antara 30-50 orang setiap kali proses belajar mengajar, kini hanya 10-15 orang, bahkan kurang. Setiap minggu kami lakukan pembinaan,” ujar Pasolo.

Pasolo mengatakan, angka buta aksara berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura dan Badan Pusat Statistik berada pada posisi 99,91 persen pada 2021. Begitu juga dengan angka melek huruf sudah 99,91 persen.

“Sisa 0,9 persen atau 450 orang yang harus kami tuntaskan. Ini menunjukkan keseriusan dan perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura untuk menuntaskan buta aksara. Pendidikan literasi kami gencarkan untuk mempercepat menuntaskan buta aksara dan melek huruf,” ujar Pasolo.

Ia mengakui bahwa warga sangat antusias untuk mengikuti pendidikan buta aksara. Terlihat pembinaan yang ia lakukan banyak pedagang dan petani yang turut mengikuti kegiatan tersebut. Dan ia juga menuturkan bahwa kegiatan positif warga juga menjadi bertambah, tidak hanya berkebun dan ke pasar saja.

“Yang dulunya hanya ke kebun dan pasar lalu balik lagi ke rumah, tapi sekarang ada kegiatan tambahan yang disempatkan sehingga membuat mereka pintar. Dari tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung, kini sudah bisa,” ujar Pasolo.

Pendidikan Tidak Mengenal Batas Usia

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pekey, mengatakan pendidikan tidak mengenal batas usia, asal ada kemauan pasti bisa mengikuti proses belajar mengajar yang bisa membuat pintar.

“Belum ada kata terlambat untuk belajar dan mengasah kemampuan sehingga bisa baca dan tulis. Setidaknya bisa membaca, menulis, dan berhitung agar bisa diajarkan kepada anak,” ujat Pekey.

Baca Juga : Sebanyak 150 Atlet dan Official NPC Telah Menjalani Vaksinasi

Pekey mengatakan harus ada kerjasama dari para stakeholder untuk menuntaskan angka buta aksara dan melek huruf di ibukota Provinsi Papua itu. Karena memang barometer pendidikan di Tanah Papua identik dengan kota tersebut.

“Aksara merupakan sarana yang mengantar cakrawala pengetahuan dan peradaban suatu bangsa, karena aksara membentuk wacana yang dapat dikenali, dipahami, diterapkan dari generasi ke generasi,” ujar Pekey.